Event

Event
Kegiatan mahasiswa yang akan, sedang, dan telah dilakukan.

Info dan Pengumuman

Info dan Pengumuman
Info tentang organisasi, anggota, majelis ilmu, dan berita eksternal lainnya.

Wahana Berpendapat

Wahana Berpendapat
Silahkan menyampaikan saran, kritik, dan pendapatnya.

cover photo

cover photo

Sajak Untukmu

| Sunday, December 20, 2009
Oleh: Okta Noviantina (Biologi 2007)


Langkah kaki ini dibawaNya ke tempat itu. Sebuah peringatan, sebuah penyadaran nikmat yang dilupakan, sebuah kontemplasi tentang kehidupan. Semilir angin membawa bau yang kian tercekat. Segerombol anak duduk di tepian gundukan sampah, sambil bersenda gurau,tak hiraukan bau yang keluar dari gundukan sampah di sisi mereka. Ya, karena disanalah mereka hidup.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Pasar Ciroyom, masih menyisakan tempat untuk ulasan senyuman mereka. Disana, walau tidak layak mereka huni, tetapi penuh naungan kasih sayang yang seyogyanya mereka terima, mereka butuhkan. Kehidupan yang mereka jalani, menjadi warna tersendiri. Hidup dari karya, hidup dari tenaga, hidup dari ketegaran, yang bahkan kita sendiri belum tentu sanggup memikulnya.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Terjebak dalam kaleng-kaleng lem yang mereka hisap. Sekedar pelarian diri dari penatnya kehidupan yang mereka jalani. Jauh dari sanak keluarga, jauh dari kehidupan yang serba nyaman, jauh dari hangatnya naungan. Persamaan nasib itu yang menjadikan mereka bersaudara. Senyuman tetap mereka bagikan, bahkan kepada orang yang enggan memberikan hal serupa kepadanya.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Kawanku, masih ada saudara kita di luar sana tidak mendapatkan hal serupa yang kita dapatkan. Saudaraku, masih ada sahabat kita di luar sana yang hidup dengan keadaan seadanya, tidur beratapkan langit, beralaskan bumi. Dingin malam yang menusuk tulang, menjadi selimut tidur malam mereka. Jeratan kehidupan malam mendekadansikan norma-norma kehidupannya. Mereka hidup tanpa batasan peraturan. Jangan kau bebankan kesalahan padanya, tapi salahkan kita yang enggan merasa bersama mereka, salahkan kita yang enggan berbagi dengan mereka. Maka, kutunjukkan ini bagimu saudaraku, sudikah dirimu berbagi dengan mereka? Untuk itu, kutunggu dirimu di pernaungan Bersahaja itu.

Masih tersisa dalam hati kita, rasa sayang pada sesama. Berikan mereka sebuah asa, pengharapan hidup yang sederhana. Bukti cinta Allah kepada kita, menebar di atas muka dunia. Namun kasih diantara kita, kurnia yang dilimpahkanNya
Baca selengkapnya »

Anak Jalanan Ciroyom

| Saturday, December 19, 2009
Oleh : Dodi Ade Wahyu (Mikrobiologi 2008)


Pasar, selain sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli ternyata juga menyimpan banyak realita mengenai kehidupan anak jalanan, diantaranya Pasar Ciroyom. Saat saya menemui anak jalanan di Pasar Ciroyom, di dalam hati saya bertanya-tanya darimana mereka berasal dan mengapa mereka bisa menjadi seperti itu.

Permasalahan anak jalanan ternyata cukup kompleks. Hal pertama yang akan kita perhatikan saat pertama bertemu mereka adalah kebiasaan “ngelem” mereka. Entah darimana kebiasaan ini bermula. Hampir semua anak jalanan ini terbiasa menghirup lem sejenis Aibon setiap harinya. Hampir semua, dari yang masih anak-anak sampai yang besar. Kebiasaan “ngelem” sudah menjadi candu dalam hidup mereka. Pagi, siang, malam, bahkan untuk bisa tidur pun mereka harus menghirup lem. Dengan penghasilan dari mengamen, membantu pedagang pasar, atau pekerjaan lainnya mereka dapat menghabiskan uang mereka untuk membeli lem yang berharga Rp 1.500,- berkaleng-kaleng setiap harinya. Mereka menikmati itu.

Kebiasaan “ngelem” mungkin hanya sebuah efek atau sebagai pelarian mereka dari  yang kehidupan mereka sebagai anak jalanan. Anak jalanan di Ciroyom ternyata berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Cimahi, Padalarang, Garut, dan daerah-daerah lainnya. Mereka menuju Ciroyom yang merupakan tempat yang ramai untuk mengamen atau mencari pekerjaan lainnya, hingga akhirnya mereka tidur dan tinggal disana. Anak-anak jalanan yang saya temui berusia dari 7 sampai 17 tahun. Kebanyakan dari mereka ada yang yatim, piatu, yatim piatu, tetapi ada pula yang masih memiliki orang tua. Orang tua mereka ada yang tidak peduli dengan mereka atau banyak pula yang berasal dari keluarga yang berantakan. Kondisi-kondisi seperti itu membuat mereka akhirnya memilih untuk menjalani hidup di jalanan, yang membuat mereka semakin kuat dalam kehidupan yang keras. Mengamen, meminta-minta, ngelem, tidur di pinggir-pinggir jalan atau kolong gerobak, begitulah kehidupan mereka.

Akan tetapi ada satu hal bisa disyukuri, beberapa tahun terakhir disana telah terdapat sebuah rumah belajar bagi anak jalanan yang bernama Rumah Belajar Sahaja. Keberadaan rumah belajar itu dan orang-orang yang mengurusnya cukup dapat membantu permasalahan anak jalanan. Di rumah belajar itu biasanya anak-anak jalanan diajarkan membaca, menulis, dan menghitung. Orang-orang disana juga yang biasanya menyita lem dari anak-anak jalanan yang ditemui. Di bulan Ramadhan ini mereka juga membagikan makanan untuk sahur dan berbuka untuk anak-anak jalanan yang berjanji akan berpuasa, sebuah pendidikan yang cukup baik. Orang-orang rumah belajar cukup mengenal anak-anak jalanan di Ciroyom. Mereka bisa tegas kepada anak-anak yang sering berbohong untuk mendapatkan makanan, tidak seperti kita yang mudah luluh saat melihat wajah memelas mereka meminta makan. Keberadaan rumah belajar itu menjadi sistem kontrol dan pendidikan yang baik bagi para anak jalanan. Akan tetapi, mereka masih membutuhkan banyak dukungan untuk dapat mempertahankan keberadaannya.

Anak-anak jalanan yang saya temui sebenarnya anak-anak yang baik. Perilaku mereka cukup sopan terhadap para pengurus rumah belajar, begitu juga pada saya dan teman-teman saat mengunjungi mereka. Mereka juga memiliki kemauan untuk belajar. Mereka hanya kurang beruntung dalam hidupnya.


Ada beberapa solusi yang dapat diberikan untuk anak-anak jalanan di Pasar Ciroyom, yaitu:
  • Rumah belajar yang telah ada harus dapat dimaksimalkan fungsinya.
  • Bangunan rumah belajar perlu diperbesar dan dibuat lebih nyaman agar para anak jalanan senang beraktifitas disana dan dapat belajar dengan nyaman.
  • Menyumbangkan buku-buku ke rumah belajar, seperti buku cerita atau buku pengetahuan. Biasanya anak-anak seperti itu akan tertarik dengan buku-buku bergambar. Jika mereka menjadi sering membaca di rumah belajar maka aktifitas mereka lebih mudah dikontrol dan meminimalisir aktifitas negatif.
  • Menambah tenaga pengajar di rumah belajar agar interaksi belajar mengajar dengan para anak jalanan menjadi lebih sering.
  • Mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan di rumah belajar untuk para anak jalanan agar mereka memiliki keterampilan yang mungkin dapat mereka gunakan untuk mencari uang.
Menutup jalur penjualan lem bagi mereka dan secara bertahap mengurangi kebiasaan “ngelem” yang mereka lakukan. Jika bisa kita mengganti kebiasaan “ngelem” dengan sesuatu yang lain yang tidak merusak tubuh.
Baca selengkapnya »

Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam dan IPTEK

| Friday, December 18, 2009
Oleh : Ahliana Afifati (Biologi 2007)


Alhamdulillah nemu juga artikel keren..hehe. setelah dikompil2, diedit, dan ditambahkan pengetahuan yang afi tau,, jadilah notes ini. :)

semoga bermanfaat ya :) 


Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
(spermazoa).
2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.
3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.
4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.



Penjelasan :


.Setetes Mani.
Sebelum proses fertilisasi (baca : pembuahan) terjadi, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu dan menuju sel telur yang jumlahnya hanya satu setiap siklusnya (hanya satu loh :p ). Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena saluran reproduksi wanita yang berbelok2, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita,dan juga gaya gravitasi yang berlawanan (lihat? susah tauu sperma ketemu sel telur. makanya orang yang aborsi itu PARAH banget dosanya dan ga bersyukurnya!)

Nah,Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, hanya akan membolehkan masuk SATU sperma saja (persaingan ketat, kawan :p). Setelah masuk dan terjadi fertilisasi pun,,belum tentu si zygot ini (bahasa biologinya : konseptus) menempel di tempat yang tepat di rahim. kemungkinan salahnya banyak loh. dan sekali salah, bisa berbahaya buat ibunya. Alhamdulillah kita masih normal dan mungkin mamah kita ga mengalami gangguan pada masalah itu, maka, bersyukurlah teman :)
Dari uraian di atas,,terlihat bahwa bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.


Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. manusia juga terbuat dari sel telur ibunya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.



.Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim.
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita,terbentuk sebuah sel tunggal. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop. dan jangan dikira prosesnya simpel dan mudah. prosesnya kompleks dan kritis, teman! di setiap proses pembelahannya, kalo sampe ada kesalahan kecil sedikiiit aja pas tahap2 tertentu,, fetus bisa mengalami kecacatan..

lanjut lagi, ya.
Tapi, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Kenal istilah plasenta kan?? nah, tempat menempelnya embryo dengan rahim ibu itu disebut plasenta..

Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36). jadi ungkapan anak adalah darah dan daging bapak ibunya itu sangat benar sekali. karena bener2 nempel di daging ibu, dan dapet darah dari ibu..

Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq:1-3)

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.


.Pembungkusan Tulang oleh Otot.
Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)


.Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim.
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan (bahasa biologinya disebut lapisan lembaga ektoderm, mesoderm, endoderm :p)
- Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut. pada tahap ini juga terjadi pembentukan organ2 tubuh. dan pengaturan posisi, sumbu tubuh, dan pembentukan tubuh. pernah nyadar ga kalo kita, manusia itu, sebelum tahap ini adalah sebuah KEPING ! jadi ga keping lagi ya karena adanya tahap2 ini.. :)
- Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.


.Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi.
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS An Najm:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.


.Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani.
Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:
“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.
Baca selengkapnya »

Punakawan: Rakyat Biasa yang Luar Biasa

|
Oleh : Lailatul Badriah (Biologi 2007)
Kembali nostalgia jaman ela masih kelas 5 SD (apa pas SMP ya…?). Dulu bapak sering banget ngajak ela nonton wayang (wayang orang atau kulit…) kalo ada tetangga yang punya hajat. Hwa…jadi kangen pingin nonton lagi…tapi skarang dah jarang tetangga yang nanggep wayang, dah nggak njamani katanya. Padahal, cerita dalam dunia perwayangan tu luar biasa…ada banyak makna dan hikmah yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di jaman yang katanya modern. Istilahnya, pesan-pesan moral yang disampaikan itu ga ada matinya. Always inspired.
Tokoh wayang yang paling ela tunggu setiap kali nonton adalah para punakawan. Ada yang tahu?  He…yang suka nonton wayang Jawa pasti tau… Kata bapak, sebenernya di cerita yang asli (versi mitologi Hindu) tokoh punakawan itu ga ada. Mereka adalah tokoh-tokoh yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa. Ho…ela ngefans banget sama mereka semua. Selain karena lucu…(make up sama gayanya tu lho…konyol..), mereka juga mencerminkan sosok manusia biasa (bukan siapa-siapa dan ga punya kekuasaan apapun) dengan segala kerendahhatian dan kecerdasan moral maupun akal yang luar biasa. Walaupun cuma rakyat biasa, tapi kata-kata yang diucapkan merupakan sentilan bagi manusia lain yang mengaku penguasa dan ksatria. Tingkah lakunya bukan hanya hiburan yang ringan dan segar, tapi juga menggaungkan kebenaran dan kebaikan.
Hey, kenalan dulu yuk sama mereka…
Gambar di atas tu versi wayang kulitnya. Nah, yang badannya endut  dan montok namanya Semar. Kata semar berasal dari bahasa arab Ismar yang artinya paku. Fungsi dari paku adalah sebagai suatu pengokoh. Dia adalah sosok yang dijadikan pengokoh terhadap kebenaran yang ada, selalu mencari kebenaran (bukan pembenaran…) terhadap segala masalah. Petuah-petuahnya selalu didengar, bahkan oleh dewa. Yang paling ela sukai dari Semar tu dia punya “hati” yang seluas badannya, lebih luas malah. Tokoh yang di belakangnya itu Gareng. Nama panjangnya Nala Gareng. Kata ini juga diadopsi dari bahasa arab, yaitu Naala Qariin yang artinya memperoleh banyak teman. Dia digambarkan sebagai sosok yang tidak pandai dalam berkata-kata, namun pemikiran-pemikirannya cerdas dan cerdik. Hm…sebenernya  ela masih bingung  hubungan antara arti nama dan karakternya….?! Yo wislah, lanjut dulu ya…. Tokoh yang tinggi dan kurus di belakang semar itu Petruknamanya.  Nah, kalo yang ini pandai berbicara namun ga sepintar Gareng. Paling sering mengumbar senyum dan katanya senyumnya menarik hati (he…lebih ke memancing tawa sebenernya… ^^). Kata orang-orang pinter, nama petruk itu diadaptasi dari kata Fatruk yang artinya tinggalkan semua apapun selain Allah. Wes, mantep ni artinya. Tokoh yang terakhir namanya Bagong. Nama ini berasal dari kata baghaa yang artinya berontak, yaitu berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Sosok Bagong memang digambarkan sebagai seorang yang mengkritisi permasalahan-permasalahan di negaranya dengan humor-humor yang cerdas. Mirip-mirip Semar sih, tapi yang ini lebih konyol.
Karakter keempat tokoh tersebut memang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan yaitu sikap tulus dan ikhlas dalam menjalani hidup. Semar yang tidak gila kekuasaan walaupun sering dimintai petuah oleh para penguasa, Gareng yang tidak pernah mengeluh menjadi tokoh di balik layar dengan ide-idenya yang sering dijalankan orang lain, Petruk yang murah senyum walaupun sering disebut bodoh, dan Bagong yang tidak pernah berhenti melawan ketidakadilan walaupun sering dicerca oleh penguasa. Mereka adalah sosok-sosok yang selalu mengingat Sang Pemberi Hidup dan tidak pernah berhenti bersyukur.
Seandainya semua karakter bagus mereka terangkum dalam satu sosok, kayaknya akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Suatu sosok yang lucu, bijaksana, cerdas, pemberani, pandai berbicara namun tetap rendah hati dalam bersikap, murah senyum, tulus, berbaur dengan semua kalangan  dan selalu mencari kebenaran. Hwa…mantep ini…! Mungkin, sosok inilah “pahlawan” yang ditunggu dan dibutuhkan oleh Indonesia sekarang. Seorang pemimpin yang seperti Semar, si bijak yang kaya ilmu dan memiliki sumbangsih besar lewat petuah-petuah yang disampaikan. Seorang pemimpin yang memiliki karakter seperti Gareng dan Petruk, tokoh yang memiliki pemikiran-pemikiran luas, pandai, cerdik, dan pintar berbicara. Seorang pemimpin yang mencontoh sikap Bagong, selalu berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Dan pelengkap dari semua itu adalah seorang pemimpin yang rendah hati, tulus, dan bisa ngemong rakyatnya.
Kita semua juga bisa lho mencontoh sikap-sikap positif para punawakan tersebut. Emang sih, tidak ada manusia yang sempurna, tapi untuk menuju sesuatu yang mendekati sempurna itu harus terus diikhtiarkan. Apalagi, kita adalah hamba-hamba Allah yang senantiasai diberi nikmat dan kelebihan. Kita adalah generasi muda Indonesia yang akan membangun negeri ini menjadi lebih baik. (Insya Allah…^^)
Baca selengkapnya »

Ini yang Terbaik

| Thursday, December 17, 2009
Oleh : Gita Dwi Lestari (Biologi 2006)

Bismillahirrohmanirrohim,,

Kekuasaan Allah Yang Maha Menghendakilah atas segala yang terjadi pada setiap diri. Sebaik atau seburuk apapun keadaan yang terjadi pada kehidupan kita, itu hanyalah suatu persepsi yang dimunculkan oleh pikiran. Setiap kejadian terjadi atas ijin-Nya untuk suatu alasan-Nya. Keluhan tak akan membuat keadaan lebih baik. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita sukai adalah ketetapan yang Allah pilihkan untuk kita. Bukankah hikmah dibaliknya yang lebih baik, maka tidak ada alasan lain untuk tidak meminta petunjuk-Nya atas hikmah untuk semua kejadian tersebut. Kadangkala ujian membuat kabur akan maksud sebenarnya.

‘Orang yang bersabar menghadapi ujian, menerima semua ketentuan Allah dan bersabar atas semua kesulitan, maka Allah akan menampakkan kebaikannya. Tujuannya, agar selanjutnya ia bisa memahami kemaslahatan yang tersembunyi di balik itu.’ (dikutip dari La Tahzan)

Karena setap urusan berasal dari-Nya dan kembali pada-Nya, maka tak ada pilihan lain dalam menjalani hidup ini selain ikhlas atas ketetapan-Nya dan cukuplah Allah sebagai Penolong.

Tak jarang hati ini gusar saat sesuatu berjalan tak sesuai dengan harapan, maka carilah ketenangan bersama Rabb.

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hatimu akan tentram”

Pintu hikmah akan terbuka saat prasangka baik tertuju pada Allah.

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku maka berprasangkalah ia kepada-Ku sesukanya.”

Saat ketukan itu tidak cukup kuat untuk membuka pintu-Nya, Allah mempunyai jawabannya untuk waktu yang tepat. Bersabar adalah sikap yang diutamakan..

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar:10)

Muhasabah diri atas apa yang telah terlewati pun menjadi hal yang patut dilakukan.

Dari Ma’qal ibn Yasar, Rasulullah saw bersabda,’ Rabb kalian Yang MahaSuci lagi MahaTinggi  berfirman,”Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan isi hatimu dengan rasa kaya dan akan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki. Wahai anak Adam, janganlah kalian menajuhi Aku, hingga Aku isi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan.’
Astagfirullohal’adzim, barangkali kesibukan yang selama ini meliputi kita akibat kealpaan diri ini mendekat pada-Nya.

YaAllah Yang Maha Membukakan, Bukakanlah Hikmah sebesar-besarnya atas semua yang tejadi dalam kehidupan kami. Engkaulah sebaik-baik tempat Bergantung, Engkaulah Yang Maha Mengetahui Yang Gaib, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, maka janganlah pernah Kau Tinggalkan kami YaAllah..
Baca selengkapnya »

Burung-burung Bandung

|
Oleh : Arni Rahmawati (Biologi 2007)


Assalaamualaikum Wr.Wb.

Pada masih inget cerita Nabi Sulaiman, kan? Masih inget juga, gak sama salah satu binatang yang ikut berperan di dalam cerita itu?

Yup! Kalo ada yang ngejawab burung hud, jawabannya tepat banget!!!

Dan inilah tema kita kali ini. Burung Bandung dan Bird Watcher-nya.
Burung adalah semua binatang yang termasuk ke dalam kelas aves. Sebagian besar anggotanya memiliki kemampuan terbang akibat spesialisasi forelimb-nya menjadi struktur sayap. Namun, kemampuan terbang dari setiap anggota kelas ini tentu berbeda-beda. Contoh: penguin tidak bisa terbang, namun bisa berenang. Hal ini berkaitan dengan perbedaan perkembangan struktur pendukung lainnya, seperti kekuatan otot (jantung), kondisi paru-paru dan bentuk aerodinamis tubuh. Sebagai faktor eksternal, lingkungan yang menjadi habitat bagi setiap spesies juga bisa memberi pengaruh, karena lingkungan bisa men-trigger adaptasi dari spesies tersebut.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan persebaran dan habitatnya, burung bisa dibedakan menjadi 4 kelompok besar sebagai berikut.
  1. Burung pantai dan pesisir (pantai, hutan mangrove, hutan pesisir, dll).
  2. Burung hutan dataran rendah
  3. Burung hutan dataran tinggi dan pegunungan
  4. Burung daerah terganggu (desa, kota, taman, kebun)
Nah … Bandung, kota kita tercinta ini, termasuk ke dalam wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Jadi, kalau kita mengamati burung di wilayah hutan di sekitar Bandung, seharusnya burung dari kelompok ketigalah yang ada di wilayah tersebut. Namun, karena wilayah di sekitar Bandung lebih banyak merupakan wilayah terganggu, maka burung kelompok empatlah yang biasanya lebih banyak kita temukan.
Berikut adalah beberapa jenis burung yang biasa terdapat di Kota Bandung dan sekitarnya.
  1. Pipit (Lonchura leucogastroides)
  2. Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus)
  3. Burung Madu Kuning (Nectarinia jugularis)
  4. Betet (Psittacula alexandri)
  5. Cabe jawa (Dicaeum trochileum)
  6. Gelatik batu (Parus major)
  7. Tekukur (Streptopelia chinensis)
  8. Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  9. Walet sapi (Collocalia esculenta)
  10. Caladi tilik (Piccoides moluccensis)
  11. Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps)
  12. Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus)
  13. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)
  14. Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala)
  15. Caladi ulam (Dendrocopus macei)
  16. Serindit jawa (Loriculus pusillus)
  17. Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  18. Wiwik Incuing
  19. Burung Gereja Eurasia (Passer montanus)
  20. Puyuh batu (Turnix suscitator)
  21. Koak (Nycticorax nycticorax)
  22. Kerak ungu (Acridotheres tristis)
  23. Punai pengantin (Treron sp.1)
  24. Punai lenguak (Treron sp.2)
  25. Merpati batu (Columba livia)
  26. Dll.
Bagi peminat bird watching, terdapat beberapa hal yang harus selalu diperhatikan selama mengamati burung.
  1. Tidak memakai pakaian dengan warna mencolok. Burung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap rangsang visual. Burung dengan mudah akan menghindar jika melihat objek dengan warna mencolok. Karena itu, usahakan untuk selalu memakai pakaian dengan warna gelap (hitam, hijau tua, dll) selama pengamatan.
  2. Tidak ribut. Burung juga sensitif terhadap suara. Meskipun burung yang diamati termasuk ke dalam kelompok burung daerah terganggu, ribut selama pengamatan tetap merupakan metode ampuh dalam mengusir burung. Karena itu, keep silent is the best.
  3. Jaga jarak. Amati dari jarak yang cukup dekat untuk bisa mengamati burung dengan optimum. Namun, tetap jaga jarak dalam kisaran aman, sehingga burung tidak merasa terganggu.
  4. Bawa alat pendukung seperlunya. Usahakan untuk membawa binokuler ataupun monokuler. Alat tersebut akan sangat membantu untuk mengamati burung yang berada dalam jarak pandang cukup jauh. Selain itu, penggunaan kamera beserta lensa tele juga akan sangat membantu untuk dokumentasi hasil pengamatan. Perlengkapan lain yang bisa dipakai adalah note dan alat tulis lain untuk mencatat. Tapi jangan terlalu banyak membawa barang karena akan membebani kita selama pengamatan.
  5. Lainnya: coba tanya bird watcher di sekitar kamu. Di Bandung ini, kamu bisa menghubungi komunitas bird watche seperti Bicons dan KPB yang ada di SITH-ITB.
Hidup Burung!!!
Wassalam
Baca selengkapnya »

Satu Kisah Fatimah

| Wednesday, December 16, 2009
Oleh : Dewi Raihanasyah (Biologi 2007)


Assalamu’alaikum wr.wb.

Teman2 ku seperjuangan dalam syiar kampus kita di SITH…. Berikut ada suatu teladan yang subhanallah sekali, yaitu sedikit cerita tentang kemuliaan Fatimah Az-Zahra à orang yang paling dicintai Rasullullah SAW. Semoga bisa menjadi renungan kita bersama dan meneladani akhlaknya yang indah, Sehingga kita bisa masuk dalam daftar orang-orang yang dicintai Rasulullah Saw…. Amin…..

Pada suatu hari di Madinah, ketika Nabi Muhammad berada di masjid sedang dikelilingi para sahabat, tiba-tiba anaknya tercinta Fatima, yang telah menikah dengan Ali –prajurit umat Islam yang terkenal– datang pada Nabi. Dia meminta dengan sangat kepada ayah nya untuk dapat meminjam seorang pelayan yang dapat membantunya dalam melaksanakan tugas pekerjaan rumah. Dengan tubuhnya yang ceking dan kesehatannya yang buruk, dia tidak dapat melaksanakan tugas menggiling jagung dan mengambil air dari sumur yang jauh letaknya, di samping juga harus merawat anak-anaknya.

Nabi tampak terharu mendengar permohonan si anak, tapi sementara itu juga Beliau menjadi agak gugup. Tetapi dengan menekan perasaan, Beliau berkata kepada sang anak dengan sinis, “Anakku tersayang, aku tak dapat meluangkan seorang pun di antara mereka ya ng terlibat dalam pengabdian ‘Ashab-e Suffa. Sudah semestinya kau dapat menanggung segala hal yang berat di dunia ini, agar kau mendapat pahalanya di akhirat nanti.” Anak itu mengundurkan diri dengan rasa yang amat puas karena jawaban Nabi, dan selanjutnya tidak pernah lagi mencari pelay an selama hidupnya.

Fatima Az-Zahra si cantik dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah dari Khadijah, istri Nabi yang pertama. Fatima ialah anak yang keempat, sedang yang lainnya: Zainab, Ruqaya, dan Ummi Kalsum. Fatima dibesarkan di bawah asuhan ayahnya, guru dan dermawan yang terbesar bagi umat manusia. Tidak seperti anak-anak lainnya, Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan perangai yang agak melankolis. Badannya yang lemah, dan kesahatannya yang buruk men yebabkan ia terpisah dari kumpulan dan permainan anak-anak. Ajaran, bimbingan, dan aspirasi ayahnya yag agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar.

Fatima, yang sangat mirip dengan ayahnya, baik roman muka maupun dalam hal kebiasaan yang saleh, adalah seorang anak perempuan yang paling diayang ayahnya dan sangat berbakti terhadap Nabi setelah ibunya meninggal dunia. Dengan demikian, dialan yang sang at besar jasanya mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibunya.

Pada beberapa kesempatan Nabi Muhammad SAW menunjukkan rasa sayang yang amat besar kepada Fatima. Suatu saat Beliau berkata, “O… Fatima, Allah tidak suka orang yang membuat kau tidak senang, dan Allah akan senang orang yang kau senangi.”

Juga Nabi dikabarkan telah berucap: “Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga.”

Aisyah, istri Nabi tercinta pernah berkata, “Saya tidak pernah berjumpa dengan sosok probadi yang lebih besar daripada Fatima, kecuali kepribadian ayahnya.”

Atas suatu pertanyaan, Aisyah menjawab, “Fatima-lah yang paling disayang oleh Nabi.”

Abu Bakar dan Umar keduanya berusaha agar dapat menikah denga Fatima, tapi Nabi diam saja. Ali yang telah dibesarkan oleh Nabi sendiri, seorang laki-laki yang padanya tergabung berbagai kebajikan yang langka, bersifat kesatria dan penuh keberanian, kesal ehan, dan kecerdasan, merasa ragu-ragu mencari jalan untuk dapat meminang Fatima. Karena dirinya begitu miskin. Tetapi akhirnya ia memberanikan diri meminang Fatima, dan langsung diterima oleh Nabi. Ali menjual kwiras (pelindung dada dari kulit) milikn ya yang bagus. Kwiras ini dimenangkannya pada waktu Perang Badar. Ia menerima 400 dirham sebagai hasil penjualan, dan dengan uang itu ia mempersiapkan upacara pernikahannya. Upacara yang amat sederhana. Agaknya, maksud utama yang mendasari perayaan it u dengan kesederhanaa, ialah untuk mencontohkan kepada para Musllim dan Musllimah perlunya merayakan pernikahan tapa jor-joran dan serba pamer.

fatima hampir berumur delapan belas tahun ketika menikah dengan Ali. Sebagai mahar dari ayahnya yang terkenal itu, ia memperoleh sebuah tempat air dari kulit, sebuah kendi dari tanah, sehelai tikar, dan sebuah batu gilingan jagung.

Kepada putrinya Nabi berkata, “Anakku, aku telah menikahkanmu dengan laki laki yang kepercayaannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada yang lainnya, dan seorang yang menonjol dalam hal moral dan kebijaksanaan.”

Kehidupan perkawinan Fatima berjalan lanjcar dalam bentuknya yang sangat sederhana, gigih, dan tidak mengenal lelah. Ali bekerja keras tiap hari untuk mendapatkan nafkah, sedangkan istrinya bersikap rajin, hemat, dan berbakti. Fatima di rumah melaksanak an tugas-tugas rumah tangga; seperti menggiling jagung dan mengambil air dari sumur. Pasangan suami-istri ini terkenal saleh dan dermawan. Mereka tidak pernah membiarkan pengemis melangkah pintunya tanpa memberikan apa saja yang mereka punyai, meskipun mereka sendiri masih lapar. Sifat penuh perikemanusiaan dan murah hati yang terlekat pada keluarga Nabi tidak banyak tandingannya. Di dalam catatan sejarah manusia, Fatima Zahra terkenal karena kemurahan hatinya.

Pada suatu waktu, seorang dari suku bani Salim yang terkenal kampiun dalam praktek sihir datang kepada Nabi, melontarkan kata-kata makian. Tetapi Nabi menjawab dengan lemah-lembut. Ahli sihir itu begitu heran menghadapi sikap luar biasa ini, hingga ia m emeluk agama Islam. Nabi lalu bertanya: “Apakah Anda berbekal makanan?” Jawab orang itu: “Tidak.” Maka, Nabi menanyai Muslimin yang hadir di situ: “Adakah orang yang mau menghadiahkan seekor unta tamu kita ini?” Mu’ad ibn Ibada menghadiahkan seekor unta. Nabi sangat berkenan hati dan melanjutkan: “Barangkali ada orang yang bisa memberikan selembar kain u ntuk penutup kepala saudara seagama Islam?” Kepala orang itu tidak memaki tutup sama sekali. Sayyidina Ali langsung melepas serbannya dan menaruh di a tas kepala orang itu. Kemudian Nabi minta kepada Salman untuk membawa orang itu ke tempat seseorang saudara seagama Islam yang dapat memberinya makan, karena dia lapar.

Salman membawa orang yang baru masuk Islam itu mengunjungi beberapa rumah, tetapi tidak seorang pun yang dapat memberinya makan, kearna waktu itu bukan waktu orang makan.

Akhirnya Salman pergi ke rumah Fatima, dan setelah mengetuk pintu, Salman memberi tahu maksud kunjungannya. Dengan air mata berlinang, putri Nabi ini mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada makanan sejak sudah tiga hari yang lalu. Namun putri Nabi itu en ggan menolak seorang tamu, dan tuturnya: “Saya tidak dapat menolak seorang tamu yang lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang.”

Fatima lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Slaman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung. Salman dan orang yang baru saja memeluk agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan bahwa Taurat telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur.
Salman balik ke rumah Fatima dengan membawa jagung. Dan dengan tangannya sendiri, Fatima menggiling jagung itu, dan membakarnya menjadi roti. Salman menyarankan agar Fatima menyisihkan beberapa buath roti intuk anak-anaknya yang kelaparan, tapi dijawab bahwa dirinya tidak berhak untuk berbuat demikian, karena ia telah memberikan kain kerudungnya uitu untuk kepentinga Allah.

Fatima dianugerahi lima orang anak, tiga putra: Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Hasan lahir pada tahun kegia dan Husein pada tahun keempat Hijrah. Muhsin meninggal dunia waktu masih kecil.

Fatima merawat luka Nabi sepulangnya dari Perang Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, apda akhir tahun 11 Hijrah.

Dalam perjalanan haji terakhir ini Nabi jatuh sakit. Fatima tetap mendampingi beliau di sisi tempat tidur. Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatima yang membuat Fatima menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi yang membuat Fatima tersenyum. Setelah nabi wafat, Fatima menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ayahnya membisikkan bertia kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatima-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di alam baka, maka fatima menjadi bahagia.

Tidak lama setelah Nabi wafat, Fatima meninggal dunia, dalam tahun itu juga, eman bulan setelah nabi wafat. Waktu itu Fatima berumur 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaat ul Baqih (Medina), diantar dengan dukacita masyarakat luas.

Fatima telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita, dan pada konsepsi manusa yang paling mulia. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatima akan menjadi “Ratu segenap wanita yang berada di Surga.”
Baca selengkapnya »

MALIK BIN DINAR

| Tuesday, December 15, 2009
Oleh : Okta Noviantina (Biologi 2007)


MALIK BIN DINAR, seorang sufi asal Persia , meninggalkan kisa pertobatan yang menggugah. Bertampang keren dengan harta yang melimpah, Malik masih juga punya angan untuk diangkat menjadi takmir masjid agung yang baru dibangun Mu’awiyah di Damaskus. Maka rajinlah ia pergi ke mesjid itu. Di salah satu pojoknya, ia bentangkan sajadah dan selama setahun terus-menerus beribadah seraya berharap agar setiap orang yang melihatnya tersentuh.

“Alangkah munafiknya engkau ini” bisik hatinya. Setelah setahun berlalu, bila malam datang, ia keluar dari mesjid itu dan pergi bersenang-senang. Pada suatu malam., di tengah-tengah keasyikannya bermain musik, tiba-tiba dari kecapi yang dimainkannya seperti terdengar suara: “Malik, mengapalah engkau belum juga bertobat?” Hatinya bergetar, kecapi dilemparkannya dan ia bergegas ke mesjid.

Selama setahun penuh aku berpura-pura mengembah Allah,”kata fajar budinya. “Bukankah lebih baik jika Kusembah Allah dengan sepenuh hati? Alangkah hinanya beribadah sekedar untuk kedudukan. Bila orang hendak mengangkatku sebagai takmir mesjid, aku tak mau menerimanya” Untuk pertama kalinya malam itu ia shalat dengan khusuk dan ikhlas.

Keesok harinya, orang-orang yang berkumpul di masjid seperti baru tersadar, “Hai, lihatlah dinding masjid telah retak-retak.Kita harus mengangkat seorang pengawas untuk memperbaikinya.” Mereka bersepakat, Malik lah orang yang tepat. Menungguinya hingga usai shalat, mereka lantas berkata: “Kami memohon kepadamu, sudilah menerima pengangkatan kami.”

“ya Allah,” seru Malik, “setahun penuh aku menyembahmu secara munafik dan tak seorangpun memandangku. Kini, seterah kuserahkan jiwaku pada-Mu dan bertekad tak akan menerima jabatan itu, Engkau menyuruh dua puluh orang menghadapku untuk mengalungkan tugas itu ke leherku. Demi kebesaran-Mu, aku tak menginginkan pengangkatan atas diriku.”
Baca selengkapnya »

Membakar Uang Demi Kenikmatan Sesaat

| Monday, December 14, 2009
Oleh : Nur Isna (Biologi 2007)


Kalau teman-teman diminta membakar uangnya demi suatu hal yang merugikan kesehatan tubuh, mau melakukannya tidak? Tentu saja tidak kan. Karena bukan hanya kesehatan saja yang dirugikan, tapi keadaan kantong juga. Hehe..:D Daripada seperti itu, lebih baik uangnya ditabung atau digunakan untuk memenuhi biaya hidup teman-teman, apalagi anak kosan atau asrama. Tapi, tahukah kalian? Masih ada saja orang yang mau melakukan hal itu, baik sadar maupun tidak. Oh ya? Iya, dan bukan cuma segelintir orang yang melakukan hal itu. Orang-orang seperti itu dapat dijumpai cukup sering loh! Sebenernya apa sih yang sedang saya bicarakan ini? Mungkin itu yang ada di pikiran teman-teman skearang ya. Okay, to the point aja ya..Yang sedang saya bicarakan itu adalah MEROKOK!!!

Merokok bisa diibaratkan membakar uang demi hal yang sia-sia. Orang yang membeli rokok hanya membelinya untuk dibakar saja, sama seperti membakar uang. Memang sih biasanya orang membeli rokok tidak hanya untuk dibakar namun juga untuk dihisap. Tapi, ada juga orang-orang yang tidak menghisapnya. Cukup dengan membakar sebatang rokok, perasaan mereka bisa menjadi tenang. Entahlah, mungkin karena aroma rokok yang telah melekat di hidung dan otak mereka sehingga otaknya telah terstimulus menjadi lebih rileks bila mencium aroma rokok. Padahal tidak sedikit dari mereka yang mengerti bahayanya merokok. “Berasa ada yang kurang kalo sehari gak ngerokok.”, begitu pendapat beberapa orang teman saya yang seorang perokok. Bagi mereka, rokok sudah seperti candu. Baru bisa rileks kalau sudah merokok, baru bisa PD kalau sudah merokok, adalah beberapa alasan dari orang-orang untuk tetap merokok meskipun mereka sadar risiko merokok.

Menurut saya, orang yang merokok adalah orang yang egois, apalagi kalau merokok di tempat umum. Kenapa saya bisa berkata seperti itu? Karena orang yang merokok biasanya tidak memikirkan perasaan orang lain yang tidak suka dengan bau dan asap rokok. Yang ada di benak mereka biasanya, “Ah, biarin..yang penting saya senang merokok!”. Rasanya paling greget kalau orang yang merokok di dalam angkutan umum dan asapnya ditebar kemana-mana. Iiiih, bawaannya pengen ngejitak orang itu. Gimana kalo ternyata di dalam angkutan umum itu ada seorang penderita asma dan dia tidak tahan terhadapa asap rokok. Kalo asmanya kumat dan parah, berani tanggung jawab??

Terkadang saya memberikan kode secara tidak langsung bahwa saya tidak suka dengan rokok. Bila seorang perokok merokok di angkutan umum, saya langsung batuk-batuk. Bukan pura-pura, tapi memang asap rokok terasa menusuk dan menyakitkan untuk paru-paru saya. Bikin tenggorokan gatal dan pengen batuk buat mengeluarkannya. Alhamdulillah dengan cara saya itu ada sebagian orang yang mengerti dan langsung mematikan rokoknya. Tapi itu cuma sebagian kecil, sisanya? Wuiiihh..malah makin dahsyat dia mengepulkan asap rokoknya. Serasa mendapat tantangan dari saya. Orang-orang seperti itu yang membuat saya harus semakin rapat menutup mulut dan hidung, serta mengurut dada. Yah, saya pikir sih ini salah satu kesempatan untuk beramal dengan bersabar:D Tapi, kadang kalo memang sedang jengkel, di otak saya terpikir beberapa ide kriminal sperti ingin rasanya memasukkan rokok itu ke mulutnya. Kan kasihan kalo dia sudah membeli rokok, tapi asapnya dibuang-buang, mending ditelan saja biar puas..puas..puas…hehehehe :P

Budaya merokok nampaknya tidak bisa lepas dari kehidupan orang Indonesia. Liat saja di stasiun tivi, kalau mewawancarai seseorang, meskipun rakyat kecil namun mereka tetap dapat merokok dan menampakkan hal tersebut di depan kamera. Sepertinya kebanyakan orang lebih memilih tidak makan daripada tidak merokok. Padahal manfaat di balik rokok itu hampir tidak ada bila dibandingkan dengan manfaat makanan. Anehnya, meskipun kampanye anti merokok cukup gencar, namun jumlah orang yang merokok tetap saja banyak. Dan yang paling penting, meskipun telah diciptakan undang-undang anti merokok di fasilitas umum, seperti kendaraan umum, pada kenyataannya masih banyak saja orang yang melanggar. Seakan-akan peraturan hanyalah formalitas belaka, tanpa ada tindakan lebih lanjut.

Merokok diidentikkan dengan kejantanan, berani, dan gagah. Padahal dibalik itu semua, merokok hanya akan merusak kesehatan, terutama bagi kaum wanita. Namun, sekali lagi, anehnya tetap saja cukup banyak dijumpai wanita yang merokok. “Merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup.”, begitulah antara lain kalimat mereka untuk berkilah. Seakan-akan orang yang tidak merokok adalah orang yang tidak gaul dan sulit untuk diterima dalam pergaulan.

Banyak orang yang bilang, bahwa rokok sudah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Lihat saja, banyak pabrik rokok di Indonesia. Pabrik tersebut tidak hanya mendatangkan devisa namun juga menyedot tenaga kerja manusia. Iklan-iklan rokok yang ditampilkan di berbagai media pun sangat menarik, bahkan hampir tidak terlihat bahwa itu adalah iklan rokok. Berbagai cara digunakan untuk menarik minat masyarakat terhadap rokok. Menurut saya, hal itu seperti mengemas racun dengan label madu. Rokok dengan segudang bahan kimia berbahaya penyusunnya dikemas sedemikian rupa sehingga berkesan baik-baik saja. Padahal merokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti pesan pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, melainkan orang-orang yang berada dalam lingkungannya. Orang yang paling menderita karena ulah para perokok adalah orang-orang yang berada di lingkungan perokok, yang biasa disebut perokok pasif. Perokok pasif memiliki resiko terkena penyakit akibat rokok yang lebih besar daripada perokok aktif. Hal ini dikarenakan jumlah asap yang dihirup perokok pasif lebih banyak daripada perokok aktif. Tentu saja ini diakibatkan asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif lebih banyak daripada asap yang dihirup perokok aktif selama menghisap rokok. Secara tidak langsung perokok aktif bertanggung jawab dalam menyakiti fisik perokok pasif. Hiii, berarti secara tidak langsung para perokok sudah mendzalimi orang-orang sekitarnya. Kalo misalnya dibales ama Allah gimana ya?

Ngerokok bener-bener gak ada manfaatnya deh. “Saya jadi lebih PD and rileks kok setelah merokok!!”, hm..kalo rokoknya abis terus jadi gak PD and rileks lagi? Cuma sesaat donk manfaatnya, hanya kenikmatan semu. Kalo itu doank manfaatnya mah masih bisa digantiin ama yang lain. Masih ada alternatif lain yang jauh lebih baik daripada merokok. Kalo pengen rileks bisa dicoba tuh aromaterapi, bikin sendiri dari kulit jeruk yang dikeringkan misalnya ato istirahat aja juga bisa. Biar PD? Bukan dengan ngerokok lah..justru harus meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa, minta juga dukungan moril dari temen ato keluarga. Semua orang tuh punya potensi masing-masing, trus dicari and diasah aja. Kalo misalnya kamu gak jago gambar, siapa tau kamu jago nyanyi. Orang yang ngerokok itu justru nunjukin kalo dirinya itu gak PD. So, masih pengen ngerokok???
Baca selengkapnya »

Waktu

| Sunday, December 13, 2009
Oleh : Fawzi Rahmadiyan Z. (Biologi 2007)


Bulan mulai mendongak ketika Bapak menghampiriku.
Duduk di sisiku, ia bertanya,
“Kau tahu siapa musuh terbesar kita ?”.
Aku menggeleng.
“Ia adalah waktu.
Ia memakan semua impianmu jika kau tidak bergerak.
Ia menelan cita-citamu jika kau tidak bertindak.”
Aku tak mengerti.
Lalu Bapak tersenyum menatapku,
“Namun ia juga senantiasa ada jika kau butuh istirahat sejenak”.
-bapakseorangkuswotanti-
Baca selengkapnya »

KROMOSOM AJA KOMPAK! Kenapa kita sesama muslim nggak bisa?!

| Saturday, December 12, 2009
Oleh : Lidia Eka P. (Biologi 2007)


Fenomena alam yang ada, banyak mengajarkan ilmu-ilmu kehidupan .Tanpa suara mereka mampu meneriakan nilai-nilai kebaikan. Tanpa harus menuliskan berlembar-lembar kiat dalam menjalani hidup mereka mampu menggaungkannya.Mereka hanya bertindak sesuai apa yang diperintahkan oleh Penciptanya. Mereka tak merengek-rengek untuk dapat diperhatikan, dipelajari gelagatnya, namun justru kebutuhan dari diri kita sebagai manusia untuk mampu membaca gelagat alam yang telah sangat sempurna diciptakan olehNya.

Tahukah kita bahwa kromosom mengajarkan kepada kita tentang arti kekompakan? Kromosom yang terdapat pada sel E Coli memiliki panjang kromosom seribu kali lebih besar dibandingkan panjang sel itu sendiri. Lalu bagaimanakah kromosom tersebut harus menempati 10% dari volume bakteri tersebut? Ternyata kromosom membentuk struktur yang kompak untuk dapat melakukannya. Kromosom akan berkondensasi membentuk struktur yang disebut nukleosid. Kromosom melakukannya dengan cara pelipatan dan penggulungan. Terdapat satu tujuan yang ingin mereka capai, mereka berusaha untuk menempati ruang yang sedemikian kecil dengan menyusun strategi penempatan yang tepat. Walaupun gen-gen yang terdapat didalamnya mengkodekan sifat yang berbeda-beda, namun kekompakan tetap terjalin. Justru dengan hadirnya perbedaan tersebut menimbulkan variasi dan kesempurnaan dari fenotipe yang tampak.

Dalam kehidupan nyata, kita pun berhadapan dengan hal tersebut. Kemajemukan karakter, budaya, bangsa, dan sebagainya, menegaskan dunia heterogenitas yang kita hadapi. Begitu pun tujuan dalam mencapai kebahagiaan hidup itu sendiri kita memiliki tujuan yang sama, yakni melakukan ibadah kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Jika kita telah memahaminya, dapat kita lihat bahwa tujuan yang sama dari kromosom tersebut menjadikan mereka lebih kompak dan perbedaan yang ada tidak merenggangkan kekompakan tersebut. Apa jadinya jika kromosom-kromosom tersebut tidak membentuk suatu sistem kesatuan yang kompak? Mungkin,, fungsi-fungsi yang lebih fa’al tak akan dapat bekerja sempurna.

Hmmmm…ternyata,, begitu banyak hal-hal besar yang pada awalnya kita pelajari dari hal-hal yang kecil. Hal-hal yang kecil dapat menjadi penting dan hal-hal penting sama sekali bukanlah HAL KECIL. Dan tidak ada suatu alasan yg dapat membuat kita sesama muslim tercerai-berai karena ketidakkompakan kita. Bukankah begitu sahabat ??
Baca selengkapnya »

EMOSI

| Friday, December 11, 2009
oleh : Dicky Adihayyu Monconegoro (Biologi 2007)


Dalam mengatur emosi kadang terasa sangat sulit kadang tidak begitu mudah (intinya emang tidak mudah, hehehe..). Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Karena marah merupakan suatu wujud dari kekecewaan. Oleh karena itu, agama islam tidak mengharamkan kita untuk marah. Islam meminta kita agar menyalurkan kemarahan secara proporsional (pada waktu dan tempat yang pasti pas). Rasulullah saw sendiri sebagai teladan kita juga pernah marah kok. Namun, kemarahan beliau dibimbing oleh iman, sehingga beliau selalu proporsional dalam amarahnya. Misalnya, beliau marah kepada Washy (seorang mantan budak) yang telah membunuh pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib. Beliau juga marah ketika mengetahui ada seorang sahabat yang mendapatkan gratifikasi ketika memungut pajak.

So, bukannya kita tidak boleh marah. Sok mangga silahkan marah, asalkan proporsional dan dibimbing oleh iman, bukan oleh hawa nafsu yang menggebu menguasai hati. Sebagian ulama mengatakan beberapa kategori yang membolehkan kita marah, yaitu :
-          Ketika agama dan simbol-simbol agama dihina atau dilecehkan
-          Ketika membela diri karena fitnah
-          Ketika harga diri dan kehormatan keluarga diinjak-injak
-          Ketika mempertahankan harta benda dari perampokan/pencurian
-          Ketika kebenaran diputarbalikkan menjadi kesalahan/kedustaan.

Ada pun kemarahan yang tidak berdasar dan di luar kategori di atas, maka sebaiknya kita perlu mengendalikannya dengan cara :
  1. Menurut sebuah hadist nabi, kalo kita marah dalam keadaan berdiri, so untuk meredam kemarahan sebaiknya kita duduk. Kalo marah dalam keadaan duduk, so untuk meredam kemarahan sebaiknya kita berbaring. Jika tetep we marah dalam keadaan berbaring, maka sebaiknya kita segera berwudhu (lalu sholat sunnah).
  2. Jangan langsung merespon kemarahan dengan hawa nafsu. Buat jeda (take a break) sebentar untuk berpikir dan merenung apakah kita layak marah atau tidak. Kalo masalahnya sepele dan ringan, sebaiknya tidak perlu kita menggunakan amarah. Jeda (break) tersebut juga berguna untuk membuat strategi marah kita. Misalnya, sejauh mana tingkat intensitas marah kita, argumentasi atau kata-kata yang akan dipilih, kapan waktu berhenti marah, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat marah kita tertata dengan rapi dan tidak hanya sekedar mengumbar emosi.
  3. Latih kesabaran dengan memperbanyak syukur dan merenung (muhasabah) tentang banyaknya nikmat allah kepada kita. Orang yang pemarah seringkali menunjukkan kepribadian yang kurang bersyukur.
  4. Lembutkan hati dengan banyak beribadah. Ibadah akan membuat hati lembut dan sabar, sehingga intensitas kemarahan juga akan menurun.
  5. Bergaullah dengan orang-orang yang hatinya lembut dan tidak pemarah sebagai tandingan dari lingkungan keras dan pemarah di sekeliling kita. Hal ini akan membuat kebiasaan suka marah kita akan berkurang.
Semoga kita semua dapat mengendalikan kemarahan. Sebab kemarahan yang tak terkontrol cenderung membuat diri kita stres dan hanya menambah dosa. “dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. 42 : 37).
Baca selengkapnya »

Cahaya Kebenaran

| Thursday, December 10, 2009
Oleh : Indra Chandra (Bi’06)


Seorang laki-laki dengan mata tertutup mencoba berjalan di dalam sebuah rumah. Langkah pertama berjalan mulus. Langkah-langkah selanjutnya mulai tidak teratur. Dia mulai menendang tempat sampah yang terletak di salah satu sudut ruangan. Isinya berhamburan sehingga membuat kotor lantai rumah. Kemudian kepalanya terantuk tangga. Selang beberapa saat, kakinya keseleo karena salah menginjak undakan yang ada di hadapannya.

Dalam beberapa menit, laki-laki itu membuat ruangan menjadi berantakan, letak barang-barnag pun jadi berubah. Belum lagi luka tubuh akibat benturan dan tabrakan dengan benda keras dan tajam. Jatuh dari tangga, kepala terbentur, dan badan terantuk membuatnya ragu untuk melangkah kagi. Akhirnya dia memilih diam di tempat, karena merasa setiap langkahnya mengandung resiko tinggi dan dia tidak siap menghadapinya. Agar lebih aman, dia memilih berdiri diam mematung.

Begitulah kira-kira gambaran orang yang tidak mendapatkan cahaya dalam hidup ini. Hati yang tidak tersinari cahaya kebenaran akan membuatnya ragu untuk melangkah bahkan dia pun tidak berani untuk mundur. Orang seperti demikian tidak mampu melakukan evaluasi diri dan dia tidak punya kemampuan untuk memperbaikinya karena selama hidupnya penuh dengan keraguan dan ketidaktahuan. Dunianya gelap, tidak mampu melihat mana yang benar dan salah. Hidupnya tidak beraturan karena tidak memiliki panduan hidup yang jelas.

”Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk yang harus diikuti ialah petunjuk Allah” (Q.S Ali -’Imran :73)

Panduan inilah yang mahal. Kekayaan bagi kita adalah hidayah Ilahi yang harus disyukuri. Bersyukurlah karena kita dianugerahi cahaya kebenaran. Jika tidak, setiap langkah akan sangat merepotkan dan membuat kita cemas, was-was, dan tindak tanduk kita tidak terkendali. Orang yang jauh dari cahaya kebenaran akan akrab dengan ketakutan; takut tidak mendapat bagian, takut mati, takut oleh manusia; takut melangkah dan takut segalanya. Akibatnya hidupnya penuh dengan kepanikan.

Orang yang jauh dari agama dan jauh dari al-qur’an akan sengsara. Semua yang dimilikinya hanya akan menghinakan dirinya. Oleh karena itu, jika ingin menikmati hidup ini, maka minta dan syukurilah karunia terbesar dari Allah, yaitu dibukakan hati kepada ilmu agama. Wallahu’alam.
Baca selengkapnya »

JIWA-JIWA BARZAKH

|
Diambil dari: Aktivis Dakwah Facebook


Merekalah jiwa-jiwa Barzakh
Malam gelap……
Malam sunyi……
Malam senyap……

Dalam kesendirian malam, keramaian padang ilalang, jiwa barzakh melangkah melewati gundukan-gundukan tanah membujur teratur. TANAH PEKUBURAN…….

Disebuah gundukan yang bertuliskan namanya, jiwa barzakh itu berhenti, menunduk dan sejurus kemudian berdo’a diiringi isak tangis halilintar, gemetar.

Tangannya meraih skup yang sudah tergeletak sejak tadi dipinggir kubur, dan mulailah menggali.

Lima menit berlalu, dan menganga lubang kecil yang memang sudah biasa dibuka. Sekelilingnya disemen rapi. Jiwa barzakh masuk kedalamnya, menutup pintu atasnya, dan mulailah ia merenung.

“Inilah rumahku sesungguhnya. Rumah abadi, rumah kesendirian, rumah kegelapan”. G E L A P.

Jiwa barzakh mendudukkan tubuhnya, bersila. Sekelebat bayangan hadits nabi mulai memenuhi memorinya. “Wakafaa bil mauti waaidzo” dan cukuplah kematian menjadi nasihat.

Tangisan mulai mendera. Air mata mulai menghiasi wajahnya. Guncangan kembali terasa.

“Siapakah engkau?’ tanya jiwa barzakh.

“Aku adalah utusan ALLAH, yang akan mencabut nyawamu. Telah habis masamu di dunia”

“Tidak, tidak, aku belum siap !!!”

“ALLAH telah memberimu waktu untuk beramal. Telah datang peringatan kepadamu tentang usiamu yang hampir usai, tidak ada lagi kesempatan buatmu !!!”

“Tidak,…..tidak…..”

Ditariknya jiwa dari ubun-ubun.

“Sakit……sakiiiiiiit……toloo
ooong”

Meronta, ditarik, jiwa barzakh melawan, ditarik lagi,

“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi

“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi,

“Tidaaaaaaaaaaak…………

“Tidaaaaaaaaaaak…………

Aaaaaaaaaaaaaaa………….
Jiwa-jiwa barzakh itu menangis, dalam kubur, sunyi, sepi… Merekalah jiwa-jiwa barzakh

Kubur gelap…..

Kubur sunyi…..

Kubur senyap…

Jiwa itu dibungkus dalam kain kafan yang hitam, basi baunya, bau menyebar kebusukan.

Dibawa naik keatas langit

Tidak bertemu dengan malaikat penjaga langit, kecuali ditanya,

“Jiwa siapakah yang bau busuk ini?”

“Jiwa fulan bin fulan” disebutkan nama jiwa barzakh dengan sebutan yang amat menyeramkan, menggetarkan, menggelegar.

Kembali jiwa barzakh menangis.

Lalu malaikat pembawa sampai dipintu langit, minta dibukakan pintunya.

Pintu langit tidak terbuka, malah terdengar jawaban. “Laa tufattahu lahum abwaabussamaa’iWalaa yadkhulunal jannata hatta yalijal jamalu fii sammil khiyaath”

“Bagi mereka-mereka yang ingkar kepada ALLAH, tidak akan pernah dibukakan pintu langit dan tidak akan pernah masuk kedalam syurga, sampai unta masuk kedalam lubang jarum”.

Terdengar suara

“Dusta hamba Ku, catatkan namanya dalam kitab sijjin, daftarkan ia dineraka jahannam”. Lalu jiwa itu dicampakkan kembali kedunia, dilempar masuk dalam alam kubur. Jiwa barzakh melolong.

“Oh ya ALLAH, ampuni dosa hamba Mu. Kutahu kehidupan didunia hanyalah sebentar. Dan aku akan menghadap kepada Mu, kembali ketempat tujuanku. Kehidupan hari akhir yang penuh dengan kegamangan, kebingungan dan ketakutan orang-orang yang ingkar. Hamba sadar, hamba sadar, hamba sadar……..ALLAH.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh

Alam gelap…..

Alam sunyi…..

Alam senyap…

Datang dua orang malaikat

“SIAPA TUHAN MU?” gemetar tanya mereka.

“Aku…aku…aku…tidak tahuuuuu………….”

Ya ALLAH, kenapa lidah ini begitu kelu menyebut asma Mu, kenapa lisan ini begitu kaku. Sungguh, aku telah menghafalnya di dunia, telah kuulang puluhan, ratusan, ribuan ,milyaran kali…… tapi kenapa ya ALLAH,

Apakah kurang khusyu shalatku?,

Apakah kurang panjang do’a ku?,

Apakah kurang basah lisanku?,

Apakah kurang cintaku, dan kurusak dengan cinta-cinta lain selain Mu? Oh….ALLAH.

“Aku…aa….aku tidak tahuuuuuuu…….

“Rasakan siksanya!!!”

Gada, palu, dan rantai menghampiri tubuhnya,

H A N C U R,

Darah berceceran,

Sakit, menjerit, aaaaa….

Dibarukan lagi, dihancurkan lagi,

Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaaaaaa, dibarukan lagi.

“SIAPA NABI MU?” gelegar tanya mereka.

“Aku,…aku…aku…tidak tahuuuuu…..”

Ya habibi, ya Muhammad, kenapa lidah ini begitu kelu menyebutmu, kenapa aku sulit menjawab pertanyaan ini, kenapa? Sungguh telah kuikuti langkahmu, mengajak manusia, berda’wah dengan sungguh-sungguh kepada mereka, mengajak mereka mengenal ALLAH dan engkau. Sungguh telah kuamalkan semua sunahmu. Kujauhi semua laranganmu. Telah kurindu engkau dalam hatiku, bersemayam engkau dalam lubuk batinku.

Apakah kurang ikhlas da’wahku?

Apakah kurang pengorbananku dalam da’wah ini?

Apakah ia diiringi dengan riya’, dan mengharapkan pamrih manusia? Oh, Muhammad.

“Aku….aku…aku tidak tahuuuuu….”

“Rasakan siksanya!!!”

“APA KITAB MU?” gelegar petir tanya mereka.

“Aku..aku….aku… tidak tahuuuuu…..”

Ya hudaaan, ya Qur’an, kenapa lagi lidahku? Kenapa namamu tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini, agar selesai sudah semua penderitaan?

Telah kubaca engkau, dihari-hari sibukku, penghias batinku ditengah-tengah kehidupan yang penuh coreng moreng nista, dosa dan maksiat. Telah kuhafal engkau sebagai teman malamku. Saat orang lain terlelap, kulantunkan kalimatmu yang indah, dan menangis daku. Mana air mataku, ia telah menjadi saksi bahwa aku pernah menangis didunia karena membacamu. Telah kubela engkau, saat manusia bodoh menghina dan menginjak-injak isi kandunganmu.

Apakah kurang suci lisanku?

Apakah kurang baik tajwidku?

Apakah kupermainkan engkau, karena kutahu isinya namun tak mengamalkan?Oh….Qur’an ,

“aku….aku….aku tidak tahuuu…….”

“Rasakan siksanya!!!!”

“DI MANA KIBLATMU?” tanya mereka

“Oh……oh….oh aku tidak tahuuuu….”

Ya Ka’bah mukarromah, kenapakah lidahku? Kenapa engkau tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini agar ringan penderitaanku? Sungguh, telah kuhadapkan wajahku mengarah kepadamu, puluhan kali dalam sehari. Kutambah amalan yang wajib dengan shalat-shalat sunnah. Telah kuraba engkau, sesampainya dirumahmu bersama jutaan manusia lain yang melaksanakan haji. Telah sering kubincangkan engkau dalam seruan mengajak manusia untuk membangun masjid agar bertambah banyak yang mengarahkan wajahnya padamu.

Apakah kurang bermakna shalatku?

Apakah kurang lantunan takbirku?

Apakah kukhianati engkau, karena ada kiblat lain dalam kehidupanku? Oh….Ka’bah mukarromah.

“aku…aku…akutidak tahuuuu……”

“Rasakan siksanya!!!”

Gada, palu dan rantai menghampiri tubuhnya, HANCUR, Darah berceceran, sakit, menjerit,aaaa……
Dibarukan lagi,

Dihancurkan lagi, Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaa, dibarukan lagi.

Jiwa-jiwa barzakh menangis, pilu menyayat hati. Mengguncang keras bagai pipit, menghias dinding-dinding kubur yang sempit, menghimpit.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…

Seluruh tubuhnya basah dengan air mata.Kristal-kristal putih berloncatan dari matanya yang sendu kuyu. Linangannya menggenang jatuh kedasar kubur buatan yang sengaja dikarya jiwa berzakh untuk selalu mengingatkannya pada rumah abadi.

Ditempat inilah, jiwa berzakh mengadukan keluh kesahnya kepada ALLAH, zat yang menciptakan mereka tentang kelemahan dirinya. Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu selalu merasa tak sempurna walau telah berusaha memenuhi tugasnya didunia. Mereka siapkan hidupnya untuk menjawab pertanyaan sulit, hasil evaluasinya terhadap fungsi kehidupannya sebagai manusia.

Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu sadar, mereka akan masuk kedalam kubur buatannya. Suatu hari nanti. Dan tak akan pernah membukanya kembali sampai saat ia dibangunkan dialam mahsyar. Ia tebar banyak saksi, kristal air mata disana, agar dapat membelanya, menunjukkan pada sang penanya, Munkar-Nakir, bahwa ia pernah menangis ditempat ini, mengingat kematian. Dan alam berzakh……

Malam ini, jiwa berzakh itu masih dapat membuka pintu kubur, untuk melanjutkan kehidupan. Entah sampai kapan waktunya……..

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…..

Malam gelap, kubur gelap, langit gelap,

Hati terang seterang rembulan……………

# Al-‘Izzah ed……. #

“ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk syurga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan diatas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang zalim.”

QS. Al- A’raaf : 40 & 41.
Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Al-Hayaat | Design by Dzignine