Event

Event
Kegiatan mahasiswa yang akan, sedang, dan telah dilakukan.

Info dan Pengumuman

Info dan Pengumuman
Info tentang organisasi, anggota, majelis ilmu, dan berita eksternal lainnya.

Wahana Berpendapat

Wahana Berpendapat
Silahkan menyampaikan saran, kritik, dan pendapatnya.

cover photo

cover photo
Showing posts with label Artikel bebas. Show all posts
Showing posts with label Artikel bebas. Show all posts

TATA CARA PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN AL-HAYAAT

| Thursday, May 24, 2012

CARA MEMINJAM BUKU PERPUSTAKAAN AL-HAYAAT:

  • Menghubungi CP yang ada (sms) dengan menyertakan Judul Buku yang ingin dipinjam.

TATA TERTIB PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN AL-HAYAAT

  • Anggota perpustakaan diwajibkan memelihara dan menjaga koleksi perpustakaan sebaik-baiknya dengan tidak membuat tulisan, coretan serta melipat halaman buku.
  • Maksimal peminjaman 1 (satu) minggu, jika ingin meminjam lebih dari batas tersebut diharuskan memperpanjang peminjaman dengan menghubungi CP yang ada.

SANKSI PEMINJAMAN

  • Peminjam yang terlambat mengembalikan koleksi perpustakaan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per hari keterlambatan.
  • Anggota perpustakaan yang menghilangkan koleksi perpustakaan yang dipinjam akan dikenakan sanksi yaitu mengganti koleksi perpustakaan yang sama dan diberlakukan denda sebagaimana item diatas sampai bahan pustaka pengganti di serahkan.
  • Anggota perpustakaan yang merusakkan koleksi perpustakaan wajib mengganti buku yang di rusakkan.
  • Anggota yang melakukan pelanggaran tata tertib atau ketentuan perpustakaan  akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan yang berlaku.


                                                                               CP: Lili 085695593153
Baca selengkapnya »

Mengikat yang mendesir, yang membuatmu melayang..

| Tuesday, April 24, 2012
oleh Hajah Sofyamarwa Rachmawati 
image source


Saya sangat suka membaca, dibawah ini resume yang saya buat dari sebuah buku yang situlis salah satu penulis favorit saya, Hernowo. Tulisannya ringan, dan banyak dari tulisan tulisannya yang membuat kita jadi termotivasi buat banyak membaca dan menulis. Tanpa menggurui, bahkan beliau memaparkan sejelas jelasnya tahapan menulis. Bukan sekedar "langkah-langkah", tapi seolah beliau memahami perasaan kita sebagai pembaca.

*   *   *   *

PERKAYA DIRI DENGAN MEMBACA
Ketika kau sedang memegang buku di tangan dan membacanya, bayangkan kau sedang berada pada balon udara yang terus membawamu melambung tinggi ke atas. Seperti itulah dirimu ketika membaca buku, materi yang baru membuatmu semakin tinggi dan lebih tahu banyak hal ketimbang sebelumnya. (h. 22)
Walaupun tidak semua isi buku aku pahami, tapi setidaknya aku telah melatih sel-sel otak ku untuk terus bekerja dan banyak hal yang dapat aku ketahui dari bacaanku. (Sofyamarwa, 2010)

"Makna adalah sesuatu yang mendesir di hatimu,hal-hal yang membuatmu melayang.." (Hernowo, 2004)
Membaca buku membuat pembacanya aktif.  Tulisan-tulisan pada buku dapat menimbulkan imajinasi-imajinasi tersendiri bagi pembaca. Ketika kau membaca sebuah novel misalnya, muncul berbagai adegan dalam kepalamu, karakter pemain, setting latar, suara, warna, bahkan rasa. Ya, itulah yang membedakan ketika kita membaca buku dengan hanya sekedar menonton sajian di kotak  kecil bernama televisi.
UBAH BEBAN YANG ADA MENJADI MANFAAT, MAKA BALON UDARAMU AKAN TERBANG LEBIH TINGGI LAGI :D


JAGA DAN SEBARKAN 'KEKAYAANMU' DENGAN MENULIS
Salah satu manfaat menulis adalah mengefektifkan kegiatan membaca buku (Hernowo, 2004).
Jika kau suka membaca, nampaknya merupakan suatu keharusan untuk menuliskan apa yang kau dapatkan. Tulis saja kesan atau kalimat-kalimat ringan yang kau sukai, pokoknya "ikat" hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu lewat tulisan.
Karena kau tahu? Betapa hebatnya efek yang ditimbulkan dari kegiatan baca-tulis yang dipadukan!
Pada mulanya mungkin kau hanya mencoba merumuskan gagasan -gagasan orang lain dari buku, namun pada akhirnya, kau akan terdorong untuk dapat menuliskan gagasan-gagasan mu sendiri lewat tulisan-tulisanmu! Ya, aku sudah merasakannya! Nah,sekarang saatnya merenung, apakah selama ini cara membaca saya sudah efektif bila tak dituliskan? Luangkan saja secuil waktumu (7-10 menit) untuk membaca buku dan menuliskan apa yang sudah diperoleh dari kegiatan membaca tersebut. Tak usah khawatir bila kau tak bisa jadi penulis hebat dalam waktu yang sebentar, toh yang harus kau pikirkan adalah apa manfaatnya bagi dirimu, itu saja.
Untuk mengetahui apakah suatu hal bermanfaat bagimu atau tidak, tanyakan secara tajam pada dirimu! Dengan begitu, biasanya otak akan mulai berpikir, mencari berbagai motivasi, sehingga akhirnya kau dapat mengemukakan berbagai alasan kenapa kau mau melakukan hal itu.

PILIHLAH BUKU-BUKU YANG MENGGERAKKAN PIKIRANMU.
"Kita membaca buku untuk mencari tahu tentang diri kita sendiri. Apa yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakan oleh orang lain, entah mereka nyata atau hanya imajiner, merupakan petunjuk yang sangat penting terhadap pemahaman kita mengenai apa sebenarnya diri kita ini, dan bisa menjadi apakah kita ini." (Ursula K. Le Guin-seorang penulis) h. 67

Seseorang dengan judul buku pilihannya bisa menunjukkan siapa dirinya. Tentu saja, kebutuhannya lah yang mendorong dirinya untuk memilih judul buku tersebut. Pada hakikatnya tidak ada buku yang tidak bermanfaat. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa banyak buku yang sebenarnya kurang pantas untuk dibaca serta tidak penting untuk diketahui.
Pintar-pintarnya kita lah untuk memilih mana buku yang 'bergizi' mana yang tidak. Tapi ingat, yang kita cari adalah manfaat, maka petiklah manfaat dari apapun yang kau baca.

BERUSAHALAH SEKUAT TENAGA UNTUK MENULISKAN PIKIRANMU
Yang perlu ditulis adalah PIKIRANMU, bukan sekedar susunan huruf-huruf yang mati. Artinya,
ketika menulis, maka yang dipelajari adalah isi (pikiranmu), bukan sarana (kata-katamu). Jadi ketika menulis, bebaskan pikiranmu, ya, Sangat bebas!  Maka bebaskan segala pikiran dari segala hal yang membatasi pikiranmu ketika menulis. Menurut James W. Pennebaker (seorang psikolog yang telah meneliti manfaat menulis secara bebas untuk keperluan penyembuhan diri. Penemuan tentang keajaiban menulis yang membuat sesorang dapat kebal dari serangan penyakit dan terutama sembuh dari tekanan yang menderanya) dalam bukunya Opening Up, jika kamu dalam keadaan bebas saat menulis, dan yang kau tulis adalah hal-hal yang menyesakimu, maka kamu akan terbantu dalam mengatasi tekanan yang menderamu.
Alirkan saja secara bebas! Kesalahan-kesalahanmu, pengalaman-pengalamanmu, perasaanmu
tentang dirimu, potensi-potensimu, pendapatmu,--semuanya! Sekali lagi, bebaskan dirimu dari segala hal! Keluarkan hingga bersih, Keluarkan, keluarkan! Kuras semuanya! Jadi plong? Ya, Lega!
Tak usahlah berpusing-pusing dulu dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Lebih baik biasakan dirimu saja untuk terus menulis.
Nah, hasil tulisanmu yang bebas ini adalah bahan untuk tulisanmu. Bedakan kegiatan menulis
bebas (mengumpulkan bahan) dan menulis untuk dipublikasikan (yang dirapikan). Karena dua hal itu sangat berbeda.
PESAN PENTINGNYA: MENULISLAH UNTUK MELATIH DIRIMU AGAR MAU MENERIMA DIRIMU SECARA APA ADANYA. MENULISLAH BERBEKAL KEJUJURAN. TULISLAH APAPUN YANG ADA DI PIKIRAN DAN PERASAANMU. TERBUKALAH PADA DIRIMU SENDIRI KETIKA MENULIS.

BIASAKANLAH MEMBACA DAN MENULISKAN DIRIMU SETIAP HARI
Menulis yang baik diawali dengan menulis sesuatu yang ditujukan untuk keperluan diri sendiri dahulu. Baru setelah berlatih menulis bebas untuk keperuan diri sendiri secara rutin, tahap berikutnya adalah mempelajari kaidah-kaidah kebahasaan. Jika tahapan ini ditempuh, menulis dapat memberikan efek yang dahsyat!
Kaubisa tuliskan dalam buku catatan kecilmu dulu, tuliskan saja setiap hal berkesan yang kau alami, ya,tuliskan saja! Karena menulis dapat membantu seseorang untuk mengenali diri - mengenali pikiran, perasaan dan apapun yang bergejolak dalam diri.

IF YOU CAN DREAM IT, YOU CAN DO IT!
"Pikiran bukan sebuah wadah untuk diisi melainkan api yang harus dinyalakan." Plutarch
Membaca dan menulislah setiap hari, lalu temukan bahwa kehidupanmu sangat menarik!
***********************
Resume buku Mengikat Makna karya Hernowo, 2004. Penerbit Mizan Learning Center: Bandung.
Diresume antara tanggal 29 Des-2 Jan

Baca selengkapnya »

Nilai, Kebudayaan, dan Semangat Perubahan

| Saturday, April 21, 2012



Oleh : Fasa Aditya
Biologi : 2009

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kebudayaan merupakan unsur penting dalam membangun suatu peradaban. Berbicara kata kebudayaan disini tidak hanya sebatas kata “budaya” yang seperti kita kenal bersama, seperti budaya reog, budaya jaipong, budaya membatik dan lain sebagainya.  Berbicara mengenai budaya disini merupakan suatu nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga akan 
berguna dalam membentuk karakter warga negara Indonesia dalam menghadapi era teknologi informasi yang tumbuh dengan cepat.

Kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat dapat memberikan efek kerusakan moral dan kepribadian yang buruk pada setiap masyarakatnya. Dengan latar belakang tersebut, maka orang-orang tersadarkan akan pentingnya suatu etika dalam kehidupan sehari-hari dimana industri dan teknologi tidaklah cukup untuk mencapai suatu kesuksesan. Dengan era dan jaman yang telah berubah maka setiap orang wajib untuk mempersiapkan diri utuk menghadapi era tersebut.

Negara Indonesia telah banyak berganti sistem dan pemimpin. Hasilnya adalah tidak menghasilakan suatu perbuahan yang signifikan dalam perkembangan negara Indonesia. Hal tersebut karena negara ini tidak membangun kepribadian dan budaya dari rakyatnya. Suatu penelitian menyebutkan bahwa 80% kesuksesan seseorang adalah karena kepribadianya yang bagus dan sisanya adalah wawasan yang luas dan kecerdasannya yang tinggi.

Negara indonesia merupakan negara yang pandai dalam mengkonsep suatu strategi. Akan tetapi pada saat eksekusinya tidaklah baik. Eksekusi yang tidak baik disebabkan oleh sumber daya manusia yang kurang baik. Sumber daya manusia  yang kurang baik disebabkan oleh semangat orang-orangnya untuk melaksanakan konsep tersebut masih sangatlah kurang. Semangat tersebut dapat dibangun oleh suatu kebanggaan pada instansinya. Kebanggan tersebut dapat dibangun melalui budaya masyarakatnya. Dengan kebanggaan yang tinggi tersebut dapat menstimulus orang untuk dapat menjadi yang terbaik.

Dalam mencapai targetan untuk menjadi negara maju, setiap negara akana mengalami entropi atau hambatan. Entropi dapat dianalogikan sebagai mobil yang pada awalnya dalam 1 liter dapat mencapai 10 kilometer pada realisasinya hanya dapat menempuh 5 kilometer dalam 1 liternya. Hal tersebut karena karburatornya yang terhambat atau  onderdilnya yang sudah tua. Nilai entropy yang mencapai 50% dalam suat masyarakatnya dapat menyebabkan keruntuhan negara tersebut. Untuk menilai suatu entropy dapat di hitung berdasarkan 4 aspek yakni Karakter leadeship, value, dan sistem.

Dari keempat aspek tersebut, tidak bisa dijalankan secara satu persatu.contohnya adalah leadership tidak bisa berdiri sendiri. Banyak orang yang memiliki leadership yang baik akan tetapi kepribadiannya buruk. Hal tersebut dapat membahayakan bagi negara Indonesia. Akan tetapi, celakannya negara Indonesia hanya membangun leadershipnya tanpa membangun kepribadiannya.

Baca selengkapnya »

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 1

| Wednesday, April 18, 2012
Oleh : Joko Pebrianto T. (Biologi 2009)

سم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia" (QS. An-Nahl : 68)


Saya yakin, kata lebah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Semua orang tentu mengetahui hewan yang bernama lebah ini. Hewan ini biasa kita ditemukan pada tanaman-tanaman berbunga. Hewan ini dikenal karena dapat menghasilkan madu. Lebah termasuk dalam ordo Hymenoptera atau disebut juga serangga bersayap selaput (tenang, ini bukan kuliah kok). Lebah tersebar di seluruh penjuru dunia. Subhanallah ya.

Teman-teman semua, sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari lebah. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa dari perilaku lebah terkandung nilai-nilai yang sangat dalam bila kita pelajari (kenapa malah membicarakan nilai sih?). Mau tau nilai-nilainya? Yuk mari kita simak berikut ini :

1. Lebah hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat berbeda dengan lalat yang senang di tempat-tempat kotor. Lebah hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

"Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu." (Al-Baqarah: 168)

2. Mengeluarkan yang bersih.

Kita semua tentu mengetahui zat penting yang dapat dihasilkan oleh lebah, yaitu madu yang sangat dikenal karena berfungsi untuk kesehatan dan membantu menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, sesungguhnya dari organ tubuh manakah madu dikeluarkan? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain merupakan najis. Baru-baru ini, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan. Produk apakah itu? AIR LIUR.

Seorang mukmin haruslah menjadi orang yang produktif dengan kebajikan. Allah berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

3. Tidak pernah merusak

Lebah tidak suka merusak ataupun mematahkan bunga, ranting, apalagi pohon yang dihinggapinya. Begitu juga seharusnya seorang mukmin. Seorang mukmin tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan dengan cara-cara yang tepat, salah satunya dengan berdakwah. Seorang mukmin juga harus berani mencegah dan menghentikan kezaliman.

4. Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat "menetas"), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Subhanallah, hari-harinya dipenuhi dengan semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan kita untuk bekerja keras? Hal ini dijelaskan dalam firman Allah :

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Alam Nasyrah: 7)

5. Bekerja secara kelompok dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Pembagian kerja yang dilakukan sangat baik dan efektif. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan

feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengundang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaff: 4)

6. Tidak pernah melukai kecuali diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan "kehormatan" umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin juga harus seperti itu, yaitu tidak mencari-cari musuh, tetapi ketika kehormatan kita diancam, maka kita harus siap untuk membelanya. Karena kehormatan sebagai seorang muslim dan mukmin harus kita jaga sampai kapan pun.

Teman-teman, ternyata banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari kehidupan lebah. Hikmah tersebut perlu kita renungi untuk perbaikan diri kita. Apakah kita sudah berusaha untuk mengimplementasikan hikmah-hikmah tersebut? Hanya diri masing-masing dan Allah yang tahu.

Semoga kisah lebah ini dapat menginspirasi kita untuk terus lebih baik sebagaimana seorang muslim dan mukmin semestinya. Sehingga kita bisa menjadi muslim dan mukmin yang lebih baik sebagaimana yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawab.

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

(QS.Al Insyirah:5-6)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bersambung ke BCL Season 2 ...

Daftar Pustaka

Muhammad, Arya. 2009. Hikmah Sang Lebah Madu. arya-muhamad.blogspot.com/2009/08/hikmah sang-lebah-madu.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Ozzan, 2007.Jadilah Seperti Lebah. http://bacaanhikmah.blogspot.com/2007/05/jadilah-seperti-lebah.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim1, 2010. Dakwatuna.com. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim2.2010. Keajaiban Lebah Madu. www.harunyahya.com/indo/buku/pesona02.htm. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Baca selengkapnya »

Pedang Damaskus: Pedang Legenda Dalam Sejarah

| Monday, April 16, 2012
Oleh: Arekha Bentangan (Mikrobiologi 2008)
Damascus Sabre


Pedang Damaskus pertama kali dikenal oleh para tentara salib yang secara langsung menyaksikan senjata ini pada pertempuran dengan pasukan muslim pada sekitar tahun 1750. Pedang menawan ini dikenal dengan sebutan baja “berair”. Dijuluki seperti itu dikarenakan terdapat pola garis seperti ombak berwarna gelap dan terang serupa dengan pola air pada seluruh permukaan logam. Ada banyak cerita yang beredar mengenai kemampuan pedang ini, Dikatakan bahwa pedang ini cukup kuat untuk membelah batu besar, dan bila pedang diletakkan dan di atasnya dijatuhkan kain sutra, maka kain akan terbelah menjadi dua tanpa terlihat bekas potongan. Dalam kisah lain juga diceritakan bahwa pedang ini dapat memotong pedang lawan dalam sekali tebas tanpa menyebabkan kerusakan sedikitpun, dan dapat diduga, tebasan selanjutnya merupakan hal terakhir yang dilihat oleh para musuh. Reputasi tersebut yang sangat mengintimidasi para pasukan salib yang tengah menginvasi wilayah kependudukan umat islam.



Wave Pattern
Close up of Islamic Sabre #10, made by Assad Ullah in the 17th Century.



Pada masa itu, Damaskus berada dalam kekuasaan Dinasti Ayyubiyah. Ibnu Asakir (wafat pada 1177 M) dalam bukunya berjudul “Sejarah Kota Damaskus” juga mengisahkan kota yang sempat menjadi ibu kota Dinasti Umayyah pada abad ke-7 M dan 8 M itu sebagai pusat pembuatan pedang yang kesohor. Pedang buatan Damaskus yang kerap disebut sebagai pedang Persia sangat lentur dan ulet. Kehebatan pedang dari dunia Islam sempat membuat peradaban Barat terperangah dan terkagum-kagum.

Damascus Blacksmith 1900

Salah satu penyebab kekalahan pasukan salib ialah faktor peralatan tempur. Walaupun pasukan Salib memiliki jumlah pasukan yang lebih besar, namun pasukan muslim memiliki kuda perang yang tangguh dan memiliki perlengkapan dan persenjataan yang lebih baik, misalnya baju perang yang ringan dan kuat sehingga dapat bergerak dengan lincah serta bersenjatakan pedang Damaskus.

Nanoteknologi
Dengan teknologi terkini, diketahui bahwa efek pola air yang dimiliki oleh pedang Damaskus diperoleh dengan menempa baja yang mengandung proporsi jumlah karbon yang besar. Daerah gelap pada permukaan pedang akibat pola yang dibuat residu karbon, sedangkan pola terang dibentuk oleh partikel ikatan karbit besi. Kandungan karbon yang tinggi memungkinkan diperolehnya pedang dengan ketahanan tinggi, namun kehadiran karbon di campuran bahan mentah sangat sulit atau hampir tidak mungkin untuk dikontrol. Terlalu sedikit karbon menyebabkan pedang menjadi lemah, namun terlalu banyak karbon menyebabkan pedang menjadi getas. Bila proses pembuatan pedang tidak berlangsung dengan baik, baja akan membentuk besi sementit, fase besi yang sangat rentan. Namun, para ahli metalurgi Islam mampu mengontrol kerentanan inheren dan menempa bahan mentah tersebut menjadi senjata. Suatu artikel jurnal di Nature  menceritakan bahwa tim riset yang diketuai oleh Peter Paulfer dari universitas Dresden memiliki ide yang menceritakan mengapa baja karbon dapat dibuat dan mengapa saat ini menghilang. Ide tersebut didasari oleh ilmu pengetahuan material modern: Nanoteknologi, hal yang sulit terpikirkan pada abad ke-17. 

Pembuatan baja telah dipelajari dengan seksama dan didokumentasikan oleh para ilmuan muslim. Ilmu diturunkan bagi para ahli pedang di Dunia Islam, yang menjaga dengan baik rahasia ini. Baja Damaskus sangat berharga karena menggabungkan antara kekuatan, elastisitas dan ketahanannya. Saat ini, ilmu mengenai teknik membuat baja Damaskus telah menghilang. Walaupun pembuatan baja telah berkembang dengan pesat, namun para peneliti sampai saat ini masih saja kesulitan untuk meniru dan membuat baja yang mirip dengan baja Damaskus. Dapat kita lihat bahwa ilmuan Islam pada abad 7 sudah memiliki kehebatan dalam pengembangan teknologi material yang bahkan melebihi bangsa lainnya. Saat ini tinggal bagaimana kita sebagai calon cendekiawan Islam yang harus menunjukan kemampuan kita dalam memecahkan berbagai persoalan bangsa bahkan menunjukan pada dunia bahwa ilmuan Islam juga tidak kalah dari ilmuan lainnya.   

Baca selengkapnya »

Menahan Godaan Duniawi

| Wednesday, December 23, 2009
Oleh : Erlambang Aji (Mikrobiologi 2008)
       Kita mengemban sebuah misi, visi, dan tujuan dalam mencapai kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat. Namun dalam proses mencapai hal tersebut kita slalu dihadapi berbagai halangan dan godaan yang bersifat duniawi. Kita cukup sering melalaikan solat 5 waktu, melalaikan tugas, bermalas-malasan, bermain dan berwacana tanpa tindakan, dan kegiatan yang kurang berguna lainnya. Padahal dalam mencapai tujuan, visi, dan  misi kita diperlukan usaha yang maksimal dalam hidup kita yang hanya sementara ini di dunia. Namun bagaimana cara kita menahan godaan atas “surga” duniawi yang sangat mengenakan tersebut? Haruskah kita menjauhi kehidupan duniawi? Pergi ke gunung yang jauh dan hidup disana? Ga segitunya juga sih… Kita dapat bercermin kepada suatu bakteri. Hah? Kenapa bakteri? Yang kecil-kecil itu? Emang bisa apa bakteri? Malu dong masa niru yang dilakuin bakteri! Mungkin bisa dibilang begitu, tapi Allah menciptakan segala yang ada di dunia ini tanpa kekurangan apapun. Bakteri ini adalah Deinococcus radiodurans. Berikut adalah pemaparannya.
Kingdom          :           Bacteria
Phylum            :           Deinococcus-Thermus
Order              :           Deinococcales
Genus              :           Deinococcus
Species            :           D. radiodurans
       Bakteri ini merupakan bakteri yang mampu bertahan dalam sebuah lingkungan ekstrim. Radiasi dengan tingkat 2200 Gy dimana manusia tak dapat bertahan sama sekali dapat dilaluinya dengan mudah (manusia mati pada radiasi 10Gy). Suhu yang rendah, kekurangan air, serta keadaan asam dapat dilaluinya menetapkan bakteri ini dalam Guiness Book of Record sebagai bakteri terkuat yang ada di masa ini. Meskipun bakteri ini sangat kuat tapi tidak bersifat pathogen. Bahkan bakteri ini sangat berguna sangat potensial dan membantu kehidupan manusia di bidang bioremediasi. Limbah radioaktif, logam-logam berat, dan senyawa kimia organik yang berbahaya dapat ditaklukannya. Selain itu, bakteri ini digunakan dalam penelitian penyembuhan kanker mengingat kanker sering disebabkan oleh radiasi dan berbagai logam berbahaya. Bagaimana bisa bakteri ini bertahan dalam situasi tersebut? Ketika terkena suatu radiasi, DNA organism akan rusak dan menyebabkan gangguan metabolisme hingga kematian. Namun bakteri ini dapat langsung memperbaiki DNA yang rusak itu dengan bantuan enzim RecA. Enzim ini dapat memperbaiki single strand dan double strand DNA. Selain itu susunan unik dari DNA yang dimiliki bakteri ini memainkan peranan penting dalam proses resistansi terhadap radiasi. Bakteri ini selalu berada dalam kondisi pasangan atau tetrads. Perbaikan DNA dapat difasilitasi oleh nukleoid yang berfusi dari kompartemen sebelahnya. Hal inilah yang menyebabkan homolog rekombinasi dapat dicapai. Selain itu, bakteri ini menggunakan manganese sebagai pelindungnya yang melindungi dari serangan radiasi. Radiasi dapat mengoksidasi protein, namun zat ini bersifat antioksidan melindungi bakteri ini.
       Sebenarnya saya kurang memahami juga mekanisme yang lebih terperincinya. Namun dari beberapa fakta diatas kita dapat mengambil sebuah analogi. Enzim RecA merupakan ilmu keduniaan yang kita miliki, manganese adalah ilmu keagamaan kita, proses perbaikan DNA sebagai proses hidup kita, dan radiasi merupakan gangguan yang merusak kehidupan kita. Gambarannya, meski kita memiliki ilmu namun kita tidak melakukan proses dalam memanfaatkan ilmu tersebut kita tak akan dapat dapat bertahan dari serangan “radiasi” di kehidupan ini. Begitu pula dengan ilmu keagamaan kita. Setebal apapun ilmu agama kita, ketika ditembus meski hanya sebesar lubang jarum kita tidak dapat memperbaikinya tanpa disertai ilmu yang kita punya. Bahkan lubang itu dapat terus membesar jika kita diamkan. Dalam menghadapi semua “radiasi” dunia tersebut dibutuhkan keseimbangan antara ilmu keagamaan serta ilmu dunia. Namun hal ini juga diperlukan sebuah proses dalam menghadapi “radiasi” tersebut. Jika kita tidak mengaplikasikan semua ilmu yang kita peroleh tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu tidak akan berguna. Kita pantas bercermin dari bakteri ini. Dengan semua modal yang dia punya, dia dapat memperbaiki kehidupan kita sebagai seorang manusia dalam menciptakan pengobatan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih baik juga. Masa kalah sama bakteri? Mulailah pasang anggapan ini dalam diri kita. Tambahan terakhir adalah kerja sama. Bakteri tersebut selalu berada dalam keadaan pasangan. Dan keadaan tersebutlah yang sangat mendukung rekombinasi DNA nya. Kita pun tidak bisa sendirian dalam mewujudkan tujuan, misi, dan visi kita. Dengan berteman dengan orang yang sepaham dan memiliki tujuan yang sama dengan kita tentunya kita dapat menggapai keberhasilan dengan lebih mudah. Tapi bukan berarti kita hanya berteman dengan orang yang sepaham. Kita juga harus tetap melebarkan sayap persahabatan kita. Ahaha… Maaf atas kekurangan yang saya tulis dalam artikel ini karena keterbatasan ilmu yang saya miliki, semoga artikel ini dapat membantu kita semua
Baca selengkapnya »

Punakawan: Rakyat Biasa yang Luar Biasa

| Friday, December 18, 2009
Oleh : Lailatul Badriah (Biologi 2007)
Kembali nostalgia jaman ela masih kelas 5 SD (apa pas SMP ya…?). Dulu bapak sering banget ngajak ela nonton wayang (wayang orang atau kulit…) kalo ada tetangga yang punya hajat. Hwa…jadi kangen pingin nonton lagi…tapi skarang dah jarang tetangga yang nanggep wayang, dah nggak njamani katanya. Padahal, cerita dalam dunia perwayangan tu luar biasa…ada banyak makna dan hikmah yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di jaman yang katanya modern. Istilahnya, pesan-pesan moral yang disampaikan itu ga ada matinya. Always inspired.
Tokoh wayang yang paling ela tunggu setiap kali nonton adalah para punakawan. Ada yang tahu?  He…yang suka nonton wayang Jawa pasti tau… Kata bapak, sebenernya di cerita yang asli (versi mitologi Hindu) tokoh punakawan itu ga ada. Mereka adalah tokoh-tokoh yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa. Ho…ela ngefans banget sama mereka semua. Selain karena lucu…(make up sama gayanya tu lho…konyol..), mereka juga mencerminkan sosok manusia biasa (bukan siapa-siapa dan ga punya kekuasaan apapun) dengan segala kerendahhatian dan kecerdasan moral maupun akal yang luar biasa. Walaupun cuma rakyat biasa, tapi kata-kata yang diucapkan merupakan sentilan bagi manusia lain yang mengaku penguasa dan ksatria. Tingkah lakunya bukan hanya hiburan yang ringan dan segar, tapi juga menggaungkan kebenaran dan kebaikan.
Hey, kenalan dulu yuk sama mereka…
Gambar di atas tu versi wayang kulitnya. Nah, yang badannya endut  dan montok namanya Semar. Kata semar berasal dari bahasa arab Ismar yang artinya paku. Fungsi dari paku adalah sebagai suatu pengokoh. Dia adalah sosok yang dijadikan pengokoh terhadap kebenaran yang ada, selalu mencari kebenaran (bukan pembenaran…) terhadap segala masalah. Petuah-petuahnya selalu didengar, bahkan oleh dewa. Yang paling ela sukai dari Semar tu dia punya “hati” yang seluas badannya, lebih luas malah. Tokoh yang di belakangnya itu Gareng. Nama panjangnya Nala Gareng. Kata ini juga diadopsi dari bahasa arab, yaitu Naala Qariin yang artinya memperoleh banyak teman. Dia digambarkan sebagai sosok yang tidak pandai dalam berkata-kata, namun pemikiran-pemikirannya cerdas dan cerdik. Hm…sebenernya  ela masih bingung  hubungan antara arti nama dan karakternya….?! Yo wislah, lanjut dulu ya…. Tokoh yang tinggi dan kurus di belakang semar itu Petruknamanya.  Nah, kalo yang ini pandai berbicara namun ga sepintar Gareng. Paling sering mengumbar senyum dan katanya senyumnya menarik hati (he…lebih ke memancing tawa sebenernya… ^^). Kata orang-orang pinter, nama petruk itu diadaptasi dari kata Fatruk yang artinya tinggalkan semua apapun selain Allah. Wes, mantep ni artinya. Tokoh yang terakhir namanya Bagong. Nama ini berasal dari kata baghaa yang artinya berontak, yaitu berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Sosok Bagong memang digambarkan sebagai seorang yang mengkritisi permasalahan-permasalahan di negaranya dengan humor-humor yang cerdas. Mirip-mirip Semar sih, tapi yang ini lebih konyol.
Karakter keempat tokoh tersebut memang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan yaitu sikap tulus dan ikhlas dalam menjalani hidup. Semar yang tidak gila kekuasaan walaupun sering dimintai petuah oleh para penguasa, Gareng yang tidak pernah mengeluh menjadi tokoh di balik layar dengan ide-idenya yang sering dijalankan orang lain, Petruk yang murah senyum walaupun sering disebut bodoh, dan Bagong yang tidak pernah berhenti melawan ketidakadilan walaupun sering dicerca oleh penguasa. Mereka adalah sosok-sosok yang selalu mengingat Sang Pemberi Hidup dan tidak pernah berhenti bersyukur.
Seandainya semua karakter bagus mereka terangkum dalam satu sosok, kayaknya akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Suatu sosok yang lucu, bijaksana, cerdas, pemberani, pandai berbicara namun tetap rendah hati dalam bersikap, murah senyum, tulus, berbaur dengan semua kalangan  dan selalu mencari kebenaran. Hwa…mantep ini…! Mungkin, sosok inilah “pahlawan” yang ditunggu dan dibutuhkan oleh Indonesia sekarang. Seorang pemimpin yang seperti Semar, si bijak yang kaya ilmu dan memiliki sumbangsih besar lewat petuah-petuah yang disampaikan. Seorang pemimpin yang memiliki karakter seperti Gareng dan Petruk, tokoh yang memiliki pemikiran-pemikiran luas, pandai, cerdik, dan pintar berbicara. Seorang pemimpin yang mencontoh sikap Bagong, selalu berontak terhadap kebatilan dan keangkaramurkaan. Dan pelengkap dari semua itu adalah seorang pemimpin yang rendah hati, tulus, dan bisa ngemong rakyatnya.
Kita semua juga bisa lho mencontoh sikap-sikap positif para punawakan tersebut. Emang sih, tidak ada manusia yang sempurna, tapi untuk menuju sesuatu yang mendekati sempurna itu harus terus diikhtiarkan. Apalagi, kita adalah hamba-hamba Allah yang senantiasai diberi nikmat dan kelebihan. Kita adalah generasi muda Indonesia yang akan membangun negeri ini menjadi lebih baik. (Insya Allah…^^)
Baca selengkapnya »

Burung-burung Bandung

| Thursday, December 17, 2009
Oleh : Arni Rahmawati (Biologi 2007)


Assalaamualaikum Wr.Wb.

Pada masih inget cerita Nabi Sulaiman, kan? Masih inget juga, gak sama salah satu binatang yang ikut berperan di dalam cerita itu?

Yup! Kalo ada yang ngejawab burung hud, jawabannya tepat banget!!!

Dan inilah tema kita kali ini. Burung Bandung dan Bird Watcher-nya.
Burung adalah semua binatang yang termasuk ke dalam kelas aves. Sebagian besar anggotanya memiliki kemampuan terbang akibat spesialisasi forelimb-nya menjadi struktur sayap. Namun, kemampuan terbang dari setiap anggota kelas ini tentu berbeda-beda. Contoh: penguin tidak bisa terbang, namun bisa berenang. Hal ini berkaitan dengan perbedaan perkembangan struktur pendukung lainnya, seperti kekuatan otot (jantung), kondisi paru-paru dan bentuk aerodinamis tubuh. Sebagai faktor eksternal, lingkungan yang menjadi habitat bagi setiap spesies juga bisa memberi pengaruh, karena lingkungan bisa men-trigger adaptasi dari spesies tersebut.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan persebaran dan habitatnya, burung bisa dibedakan menjadi 4 kelompok besar sebagai berikut.
  1. Burung pantai dan pesisir (pantai, hutan mangrove, hutan pesisir, dll).
  2. Burung hutan dataran rendah
  3. Burung hutan dataran tinggi dan pegunungan
  4. Burung daerah terganggu (desa, kota, taman, kebun)
Nah … Bandung, kota kita tercinta ini, termasuk ke dalam wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Jadi, kalau kita mengamati burung di wilayah hutan di sekitar Bandung, seharusnya burung dari kelompok ketigalah yang ada di wilayah tersebut. Namun, karena wilayah di sekitar Bandung lebih banyak merupakan wilayah terganggu, maka burung kelompok empatlah yang biasanya lebih banyak kita temukan.
Berikut adalah beberapa jenis burung yang biasa terdapat di Kota Bandung dan sekitarnya.
  1. Pipit (Lonchura leucogastroides)
  2. Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus)
  3. Burung Madu Kuning (Nectarinia jugularis)
  4. Betet (Psittacula alexandri)
  5. Cabe jawa (Dicaeum trochileum)
  6. Gelatik batu (Parus major)
  7. Tekukur (Streptopelia chinensis)
  8. Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  9. Walet sapi (Collocalia esculenta)
  10. Caladi tilik (Piccoides moluccensis)
  11. Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps)
  12. Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus)
  13. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)
  14. Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala)
  15. Caladi ulam (Dendrocopus macei)
  16. Serindit jawa (Loriculus pusillus)
  17. Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  18. Wiwik Incuing
  19. Burung Gereja Eurasia (Passer montanus)
  20. Puyuh batu (Turnix suscitator)
  21. Koak (Nycticorax nycticorax)
  22. Kerak ungu (Acridotheres tristis)
  23. Punai pengantin (Treron sp.1)
  24. Punai lenguak (Treron sp.2)
  25. Merpati batu (Columba livia)
  26. Dll.
Bagi peminat bird watching, terdapat beberapa hal yang harus selalu diperhatikan selama mengamati burung.
  1. Tidak memakai pakaian dengan warna mencolok. Burung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap rangsang visual. Burung dengan mudah akan menghindar jika melihat objek dengan warna mencolok. Karena itu, usahakan untuk selalu memakai pakaian dengan warna gelap (hitam, hijau tua, dll) selama pengamatan.
  2. Tidak ribut. Burung juga sensitif terhadap suara. Meskipun burung yang diamati termasuk ke dalam kelompok burung daerah terganggu, ribut selama pengamatan tetap merupakan metode ampuh dalam mengusir burung. Karena itu, keep silent is the best.
  3. Jaga jarak. Amati dari jarak yang cukup dekat untuk bisa mengamati burung dengan optimum. Namun, tetap jaga jarak dalam kisaran aman, sehingga burung tidak merasa terganggu.
  4. Bawa alat pendukung seperlunya. Usahakan untuk membawa binokuler ataupun monokuler. Alat tersebut akan sangat membantu untuk mengamati burung yang berada dalam jarak pandang cukup jauh. Selain itu, penggunaan kamera beserta lensa tele juga akan sangat membantu untuk dokumentasi hasil pengamatan. Perlengkapan lain yang bisa dipakai adalah note dan alat tulis lain untuk mencatat. Tapi jangan terlalu banyak membawa barang karena akan membebani kita selama pengamatan.
  5. Lainnya: coba tanya bird watcher di sekitar kamu. Di Bandung ini, kamu bisa menghubungi komunitas bird watche seperti Bicons dan KPB yang ada di SITH-ITB.
Hidup Burung!!!
Wassalam
Baca selengkapnya »

Membakar Uang Demi Kenikmatan Sesaat

| Monday, December 14, 2009
Oleh : Nur Isna (Biologi 2007)


Kalau teman-teman diminta membakar uangnya demi suatu hal yang merugikan kesehatan tubuh, mau melakukannya tidak? Tentu saja tidak kan. Karena bukan hanya kesehatan saja yang dirugikan, tapi keadaan kantong juga. Hehe..:D Daripada seperti itu, lebih baik uangnya ditabung atau digunakan untuk memenuhi biaya hidup teman-teman, apalagi anak kosan atau asrama. Tapi, tahukah kalian? Masih ada saja orang yang mau melakukan hal itu, baik sadar maupun tidak. Oh ya? Iya, dan bukan cuma segelintir orang yang melakukan hal itu. Orang-orang seperti itu dapat dijumpai cukup sering loh! Sebenernya apa sih yang sedang saya bicarakan ini? Mungkin itu yang ada di pikiran teman-teman skearang ya. Okay, to the point aja ya..Yang sedang saya bicarakan itu adalah MEROKOK!!!

Merokok bisa diibaratkan membakar uang demi hal yang sia-sia. Orang yang membeli rokok hanya membelinya untuk dibakar saja, sama seperti membakar uang. Memang sih biasanya orang membeli rokok tidak hanya untuk dibakar namun juga untuk dihisap. Tapi, ada juga orang-orang yang tidak menghisapnya. Cukup dengan membakar sebatang rokok, perasaan mereka bisa menjadi tenang. Entahlah, mungkin karena aroma rokok yang telah melekat di hidung dan otak mereka sehingga otaknya telah terstimulus menjadi lebih rileks bila mencium aroma rokok. Padahal tidak sedikit dari mereka yang mengerti bahayanya merokok. “Berasa ada yang kurang kalo sehari gak ngerokok.”, begitu pendapat beberapa orang teman saya yang seorang perokok. Bagi mereka, rokok sudah seperti candu. Baru bisa rileks kalau sudah merokok, baru bisa PD kalau sudah merokok, adalah beberapa alasan dari orang-orang untuk tetap merokok meskipun mereka sadar risiko merokok.

Menurut saya, orang yang merokok adalah orang yang egois, apalagi kalau merokok di tempat umum. Kenapa saya bisa berkata seperti itu? Karena orang yang merokok biasanya tidak memikirkan perasaan orang lain yang tidak suka dengan bau dan asap rokok. Yang ada di benak mereka biasanya, “Ah, biarin..yang penting saya senang merokok!”. Rasanya paling greget kalau orang yang merokok di dalam angkutan umum dan asapnya ditebar kemana-mana. Iiiih, bawaannya pengen ngejitak orang itu. Gimana kalo ternyata di dalam angkutan umum itu ada seorang penderita asma dan dia tidak tahan terhadapa asap rokok. Kalo asmanya kumat dan parah, berani tanggung jawab??

Terkadang saya memberikan kode secara tidak langsung bahwa saya tidak suka dengan rokok. Bila seorang perokok merokok di angkutan umum, saya langsung batuk-batuk. Bukan pura-pura, tapi memang asap rokok terasa menusuk dan menyakitkan untuk paru-paru saya. Bikin tenggorokan gatal dan pengen batuk buat mengeluarkannya. Alhamdulillah dengan cara saya itu ada sebagian orang yang mengerti dan langsung mematikan rokoknya. Tapi itu cuma sebagian kecil, sisanya? Wuiiihh..malah makin dahsyat dia mengepulkan asap rokoknya. Serasa mendapat tantangan dari saya. Orang-orang seperti itu yang membuat saya harus semakin rapat menutup mulut dan hidung, serta mengurut dada. Yah, saya pikir sih ini salah satu kesempatan untuk beramal dengan bersabar:D Tapi, kadang kalo memang sedang jengkel, di otak saya terpikir beberapa ide kriminal sperti ingin rasanya memasukkan rokok itu ke mulutnya. Kan kasihan kalo dia sudah membeli rokok, tapi asapnya dibuang-buang, mending ditelan saja biar puas..puas..puas…hehehehe :P

Budaya merokok nampaknya tidak bisa lepas dari kehidupan orang Indonesia. Liat saja di stasiun tivi, kalau mewawancarai seseorang, meskipun rakyat kecil namun mereka tetap dapat merokok dan menampakkan hal tersebut di depan kamera. Sepertinya kebanyakan orang lebih memilih tidak makan daripada tidak merokok. Padahal manfaat di balik rokok itu hampir tidak ada bila dibandingkan dengan manfaat makanan. Anehnya, meskipun kampanye anti merokok cukup gencar, namun jumlah orang yang merokok tetap saja banyak. Dan yang paling penting, meskipun telah diciptakan undang-undang anti merokok di fasilitas umum, seperti kendaraan umum, pada kenyataannya masih banyak saja orang yang melanggar. Seakan-akan peraturan hanyalah formalitas belaka, tanpa ada tindakan lebih lanjut.

Merokok diidentikkan dengan kejantanan, berani, dan gagah. Padahal dibalik itu semua, merokok hanya akan merusak kesehatan, terutama bagi kaum wanita. Namun, sekali lagi, anehnya tetap saja cukup banyak dijumpai wanita yang merokok. “Merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup.”, begitulah antara lain kalimat mereka untuk berkilah. Seakan-akan orang yang tidak merokok adalah orang yang tidak gaul dan sulit untuk diterima dalam pergaulan.

Banyak orang yang bilang, bahwa rokok sudah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Lihat saja, banyak pabrik rokok di Indonesia. Pabrik tersebut tidak hanya mendatangkan devisa namun juga menyedot tenaga kerja manusia. Iklan-iklan rokok yang ditampilkan di berbagai media pun sangat menarik, bahkan hampir tidak terlihat bahwa itu adalah iklan rokok. Berbagai cara digunakan untuk menarik minat masyarakat terhadap rokok. Menurut saya, hal itu seperti mengemas racun dengan label madu. Rokok dengan segudang bahan kimia berbahaya penyusunnya dikemas sedemikian rupa sehingga berkesan baik-baik saja. Padahal merokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti pesan pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, melainkan orang-orang yang berada dalam lingkungannya. Orang yang paling menderita karena ulah para perokok adalah orang-orang yang berada di lingkungan perokok, yang biasa disebut perokok pasif. Perokok pasif memiliki resiko terkena penyakit akibat rokok yang lebih besar daripada perokok aktif. Hal ini dikarenakan jumlah asap yang dihirup perokok pasif lebih banyak daripada perokok aktif. Tentu saja ini diakibatkan asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif lebih banyak daripada asap yang dihirup perokok aktif selama menghisap rokok. Secara tidak langsung perokok aktif bertanggung jawab dalam menyakiti fisik perokok pasif. Hiii, berarti secara tidak langsung para perokok sudah mendzalimi orang-orang sekitarnya. Kalo misalnya dibales ama Allah gimana ya?

Ngerokok bener-bener gak ada manfaatnya deh. “Saya jadi lebih PD and rileks kok setelah merokok!!”, hm..kalo rokoknya abis terus jadi gak PD and rileks lagi? Cuma sesaat donk manfaatnya, hanya kenikmatan semu. Kalo itu doank manfaatnya mah masih bisa digantiin ama yang lain. Masih ada alternatif lain yang jauh lebih baik daripada merokok. Kalo pengen rileks bisa dicoba tuh aromaterapi, bikin sendiri dari kulit jeruk yang dikeringkan misalnya ato istirahat aja juga bisa. Biar PD? Bukan dengan ngerokok lah..justru harus meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa, minta juga dukungan moril dari temen ato keluarga. Semua orang tuh punya potensi masing-masing, trus dicari and diasah aja. Kalo misalnya kamu gak jago gambar, siapa tau kamu jago nyanyi. Orang yang ngerokok itu justru nunjukin kalo dirinya itu gak PD. So, masih pengen ngerokok???
Baca selengkapnya »

KROMOSOM AJA KOMPAK! Kenapa kita sesama muslim nggak bisa?!

| Saturday, December 12, 2009
Oleh : Lidia Eka P. (Biologi 2007)


Fenomena alam yang ada, banyak mengajarkan ilmu-ilmu kehidupan .Tanpa suara mereka mampu meneriakan nilai-nilai kebaikan. Tanpa harus menuliskan berlembar-lembar kiat dalam menjalani hidup mereka mampu menggaungkannya.Mereka hanya bertindak sesuai apa yang diperintahkan oleh Penciptanya. Mereka tak merengek-rengek untuk dapat diperhatikan, dipelajari gelagatnya, namun justru kebutuhan dari diri kita sebagai manusia untuk mampu membaca gelagat alam yang telah sangat sempurna diciptakan olehNya.

Tahukah kita bahwa kromosom mengajarkan kepada kita tentang arti kekompakan? Kromosom yang terdapat pada sel E Coli memiliki panjang kromosom seribu kali lebih besar dibandingkan panjang sel itu sendiri. Lalu bagaimanakah kromosom tersebut harus menempati 10% dari volume bakteri tersebut? Ternyata kromosom membentuk struktur yang kompak untuk dapat melakukannya. Kromosom akan berkondensasi membentuk struktur yang disebut nukleosid. Kromosom melakukannya dengan cara pelipatan dan penggulungan. Terdapat satu tujuan yang ingin mereka capai, mereka berusaha untuk menempati ruang yang sedemikian kecil dengan menyusun strategi penempatan yang tepat. Walaupun gen-gen yang terdapat didalamnya mengkodekan sifat yang berbeda-beda, namun kekompakan tetap terjalin. Justru dengan hadirnya perbedaan tersebut menimbulkan variasi dan kesempurnaan dari fenotipe yang tampak.

Dalam kehidupan nyata, kita pun berhadapan dengan hal tersebut. Kemajemukan karakter, budaya, bangsa, dan sebagainya, menegaskan dunia heterogenitas yang kita hadapi. Begitu pun tujuan dalam mencapai kebahagiaan hidup itu sendiri kita memiliki tujuan yang sama, yakni melakukan ibadah kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Jika kita telah memahaminya, dapat kita lihat bahwa tujuan yang sama dari kromosom tersebut menjadikan mereka lebih kompak dan perbedaan yang ada tidak merenggangkan kekompakan tersebut. Apa jadinya jika kromosom-kromosom tersebut tidak membentuk suatu sistem kesatuan yang kompak? Mungkin,, fungsi-fungsi yang lebih fa’al tak akan dapat bekerja sempurna.

Hmmmm…ternyata,, begitu banyak hal-hal besar yang pada awalnya kita pelajari dari hal-hal yang kecil. Hal-hal yang kecil dapat menjadi penting dan hal-hal penting sama sekali bukanlah HAL KECIL. Dan tidak ada suatu alasan yg dapat membuat kita sesama muslim tercerai-berai karena ketidakkompakan kita. Bukankah begitu sahabat ??
Baca selengkapnya »

EMOSI

| Friday, December 11, 2009
oleh : Dicky Adihayyu Monconegoro (Biologi 2007)


Dalam mengatur emosi kadang terasa sangat sulit kadang tidak begitu mudah (intinya emang tidak mudah, hehehe..). Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Karena marah merupakan suatu wujud dari kekecewaan. Oleh karena itu, agama islam tidak mengharamkan kita untuk marah. Islam meminta kita agar menyalurkan kemarahan secara proporsional (pada waktu dan tempat yang pasti pas). Rasulullah saw sendiri sebagai teladan kita juga pernah marah kok. Namun, kemarahan beliau dibimbing oleh iman, sehingga beliau selalu proporsional dalam amarahnya. Misalnya, beliau marah kepada Washy (seorang mantan budak) yang telah membunuh pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib. Beliau juga marah ketika mengetahui ada seorang sahabat yang mendapatkan gratifikasi ketika memungut pajak.

So, bukannya kita tidak boleh marah. Sok mangga silahkan marah, asalkan proporsional dan dibimbing oleh iman, bukan oleh hawa nafsu yang menggebu menguasai hati. Sebagian ulama mengatakan beberapa kategori yang membolehkan kita marah, yaitu :
-          Ketika agama dan simbol-simbol agama dihina atau dilecehkan
-          Ketika membela diri karena fitnah
-          Ketika harga diri dan kehormatan keluarga diinjak-injak
-          Ketika mempertahankan harta benda dari perampokan/pencurian
-          Ketika kebenaran diputarbalikkan menjadi kesalahan/kedustaan.

Ada pun kemarahan yang tidak berdasar dan di luar kategori di atas, maka sebaiknya kita perlu mengendalikannya dengan cara :
  1. Menurut sebuah hadist nabi, kalo kita marah dalam keadaan berdiri, so untuk meredam kemarahan sebaiknya kita duduk. Kalo marah dalam keadaan duduk, so untuk meredam kemarahan sebaiknya kita berbaring. Jika tetep we marah dalam keadaan berbaring, maka sebaiknya kita segera berwudhu (lalu sholat sunnah).
  2. Jangan langsung merespon kemarahan dengan hawa nafsu. Buat jeda (take a break) sebentar untuk berpikir dan merenung apakah kita layak marah atau tidak. Kalo masalahnya sepele dan ringan, sebaiknya tidak perlu kita menggunakan amarah. Jeda (break) tersebut juga berguna untuk membuat strategi marah kita. Misalnya, sejauh mana tingkat intensitas marah kita, argumentasi atau kata-kata yang akan dipilih, kapan waktu berhenti marah, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat marah kita tertata dengan rapi dan tidak hanya sekedar mengumbar emosi.
  3. Latih kesabaran dengan memperbanyak syukur dan merenung (muhasabah) tentang banyaknya nikmat allah kepada kita. Orang yang pemarah seringkali menunjukkan kepribadian yang kurang bersyukur.
  4. Lembutkan hati dengan banyak beribadah. Ibadah akan membuat hati lembut dan sabar, sehingga intensitas kemarahan juga akan menurun.
  5. Bergaullah dengan orang-orang yang hatinya lembut dan tidak pemarah sebagai tandingan dari lingkungan keras dan pemarah di sekeliling kita. Hal ini akan membuat kebiasaan suka marah kita akan berkurang.
Semoga kita semua dapat mengendalikan kemarahan. Sebab kemarahan yang tak terkontrol cenderung membuat diri kita stres dan hanya menambah dosa. “dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. 42 : 37).
Baca selengkapnya »

Bahaya Mie Instant

| Wednesday, December 9, 2009
Mie instant. Mungkin itu adalah makanan favorit dari semua kalangan masyarakat yang ada di indonesia. Terutama bagi orang yang memiliki kesibukan yang sangat banyak dan bertumpuk-tumpuk sehingga mereka tidak sempat untuk membuat ataupun membeli makanan yang sehat. Siapakah mereka?? . Yaph, benar. Mereka adalah mahasiswa. Mungkin mie instant merupakan makanan primer yang dikonsumsi oleh kebanyakan mahasiswa yang memiliki kesibukan yang sampai-sampai tak sempat untuk memikirkan perutnya. Namun, mereka hanya mengkonsumsi mie instant untuk kebutuhan primernya. Ada beberapa macam alasan lainnya kenapa mereka mengkonsumsi mie instant dengan frekuensi yang cukup tinggi, salah satunya adalah karena mie instant memiliki bandrol harga yang sangat murah. dengan uang Rp 2500, mereka dapat mengkonsumsi mie instant dengan lahap, dan mereka tidak tahu betapa bahayanya apabila mereka mengkonsumsi mie instant dengan frekuensi yang sangat tinggi.

Mie = > lilin, terigu, mecin, minyak, pengawet.

Ternyata di dalam mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant. Lilin itu juga yang menyebabkan mie tidak lengket satu dengan yang lainnya. Jika mencoba dengan menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari maka akan terbukti bahwa ditemukan zat seperti lilin didalam kuah tersebut. Apabila kita mengkonsumsi mie dengan frekuensi yang sangat tinggi lama kelamaan kita akan terkena kangker karena tubuh kita membutuhkan waktu 2 – 3 hari untuk membersihkan zat lilin tersebut. Namun akumulasi zat racun tersebut akan terus bertambah dan akan mempengaruhi metabolisme tubuh hingga akhirnya kita akan terjangkit kangker dan bisa divonis mati oleh dokter.

Mie instant memiliki kandungan karbohidrat yang begitu tinggi. Walaupun begitu, namun pati tersebut susah untuk dicerna oleh tubuh karena zat lilin yang ada dapat menghambat (menjadi inhibitor) kerja enzim amylase untuk memecah pati menjadi glukosa untuk diserap. Sedangkan dalam waktu 8 jam makanan sudah masuk dalam proses defeksifikasi dan proses penyerapan sudah sangat sedikit. Oleh karena itu ketika kita makan mie tubuh sebenarnya tidak mendapatkan energi lebih. Namun hanyalah racun zat lilinnya saja lah yang akan terakumulasi didalam tubuh.

Didalam kandungan bumbu mie instant terkandung vetsin yang juga sangat berbahaya. bentuk kristal bumbu dapat melukai dinding lambung sehingga perut akan merasa sakit dan akan menyebabkan bakteri helicobacter pylory tumbuh dengan damai di luka yang timbul dan memperbesar luka sehingga kita akan sering merasa perih seperti merasa sakit maag. Oleh karena itu ketika sang pemakan mie merasa sangat lapar kadang perut nya akan terasa perih dan dapat menimbulkan penyakit gastritis.

Vetsin juga mengandung MSG yaitu monosodium glutamat. glutamat merupakan asam amino esensial yang seharusnya dibutuhkan dalam kadar yang hanya sedikit. namun apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih maka akan menyebabkan toksikotoksik yaitu meluruhnya sel-sel seperti sel saraf dan dapat mendegenerasi sel saraf sehingga kita akan merasa lebih bodoh karena kita akan kesulitan berpikir akibat hancurnya sel-sel saraf diotak sedikit demi sedikit. tidak hanya itu, ginjal kita akan berwarna merah hati gelap dari warna standart yang berwarna merah muda. kemudian renal medula akan mengalami distorsi sehingga nefron-nefron ginjal kita akan hancur dikarenakan kristal natrium glutamat yang tajam dan akan menghancurkan nya karena kristal tersebut akan menyumbat proses filtrasi ginjal dan ketika ada tekanan darah yang tinggi sumbatan akan terdorong dan menyebabkan nefron terluka oleh msg tersebut. ginjal dapat berwarna merah hati gelap karena glutamat dapat menyebabkan warna menjadi warna gelap. sesuai dengan masakan cina yang menggunakan MSG maka akan berubah menjadi berwarna coklat karena ditambahkan MSG.

Didalam bungkus mie juga pasti terdapat minyak nabati untuk menambah cita rasa dari mie instant tersebut. Walaupun minyak hanya sedikit, namun jumlah kalori yang tersimpan dalam minyak sangat lah besar, terdapat kolesterol dan lemak . Dalam 1 molekul lemak dapat diubah menjadi skitar 417 ATP. Namun proses perombakan lemak ini sangatlah susah. Asam lemak harus melalui jalur beta oksidasi terlebih dahulu sebelum memasuki siklus asam sitrat atau sering kita sebut siklus krebs. Asam lemak di ubah menjadi asetil CoA terlebih dulu di siklus beta oksidasi kemudian asetil CoA akan masuk kedalam siklus krebs. Dikarenakan proses perombakan lemak sangat sulit makanya lemak dan kolesterol akan tersimpan di jaringan adipose di bawah kulit kita.

Keseluruhan dari semuanya yang paling bahaya adalah bahan pengawet dari mie, bumbu, minyak,bawang, krupuk. Namun yang paling bahaya adalah pengawet didalam mie nya tersebut. Kita sudah sama-sama tahu betapa bahaya nya bahan pengawet tersebut. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah bahan pengawet akan merusak ginjal kita bahkan kita dapat terkena diabetes karena gula darah didalam darah akan meningkat karena hati kita akan rusak akibat bahan pengawet dan tidak dapat menghasilkan insulin dari sel beta nya. Tidak hanya itu, ternyata bahan pengawet dapat merusak sel-sel saraf kita juga. Dan kita akan menjadi bodoh akibat mengkonsumsi mie berlebih.

Sebenarnya masih banyak zat-zat berbahaya lainnya yang mengintai kita dan terbilang mudah untuk ditemukan. Nah, sekarang kita semua sudah mengetahui betapa tidak baiknya mie instant apabila kita konsumsi secara berlebih. Dan sebaik-baiknya kita memilih makanan sebaiknya kita mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Karena makanan tersebut merupakan kebutuhan primer bagi kita semua. semoga dengan artikel ini kita semua bisa mengambil manfaatnya dan kita semua menjadi muslim yang sehat. Dan dengan tubuh yang sehat kita bisa berdakwah dengan semangat.
Baca selengkapnya »

BENARKAH HIDUP INI PENUH BAHAYA?

| Tuesday, December 8, 2009
Pernahkah Anda menonton film Final Destination, baik seri yang pertama kedua atau ketiga? Bila belum, pernahkah Anda merasakan kejadian yang begitu dekat dengan kematian? Di salah satu bagian dari film tersebut, ada satu petikan kalimat yang cukup membuat saya berpikir sejenak, yakni “bahwa sebenarnya hidup kita dipenuhi oleh berbagai ancaman kematian bagi kita”.

Mungkin kalimat tersebut terdengar sedikit klise dan abstrak oleh kita, namun sebenarnya saya pernah merasakan hal tersebut. Suatu ketika saat saya pulang kampung alias mudik, saya dengan keluarga saya menggunakan mobil pribadi saat perjalanannya. Seperti menjadi budaya di Indonesia, bahwa mudik identik dengan keramaian dan kemacetan di jalanan, terutama pada jalur pantura (Pantai Utara) yang menjadi rute perjalanan kami sekeluarga, sehingga kendaraan yang dikemudikan oleh Bapak saya berada pada kelajuan yang sedang.

Pada suatu tempat di malam hari, yakni jalur rel kereta api yang melintasi jalan mobil kami, kendaraan kami dengan lancar dapat berjalan menuju lintasan rel kereta api tersebut. Namun belum sampai mobil kami melintasi rel kereta api tersebut secara penuh tiba-tiba mesin mobil kami mati. Awalnya kami tidak terlalu panik menghadapi kejadian ini, namun yang membuat kami sangat terpetanjat adalah bunyi sirine atau semacam bel penanda kereta api akan melintasi rel dalam hitungan menit.

Kontan akibat bunyi sirine tersebut seisi mobil kami langsung berada dalam kondisi yang sangat histeris. Bahkan kakak sepupu saya yang biasanya tenang dalam menghadapi berbagai kondisi terlihat raut muka pucatnya, seraya berucap istighfar berulang-ulang. Tante saya tidak kalah terlihat panik, begitu juga dengan ayah saya yang terlihat sangat gugup, sehingga secara tidak sadar usaha beliau untuk menyalakan kembali mesin mobil sia-sia karena berkali-kali beliau menstarter mobil namun mesin mobil tidak kunjung menyala. Saya pikir pengguna jalan lainnya pun memperhatikan dengan perasaan cemas ke arah mobil kami karena mobil kita tidak kunjung bergerak di tengah peringatan sirine kereta petugas pos rel kereta api. Penjaga dalam pos tersebut pun terlihat jelas oleh saya berdiri dari tempat duduknya untuk mengawasi mobil kami yang tetap diam dan beliau pun tidak menutup palang rel agar mobil kami tidak benar-benar terjebak di tengah rel kereta api tersebut. Pikiran saya pun juga sangat kacau. Saya berpikir bahwa satu-satu jalan yang terbaik untuk menyelamatkan hidup kita sekeluarga adalah dengan mengajak untuk segera keluar dari mobil. Namun, ajakan saya tersebut akhirnya tidak terjadi setelah Ibu saya mengetahui apa penyebab mobil kami tidak bisa dinyalakan, yakni AC (Air Conditioner) mobil masih dalam keadaan menyala, sehingga beliau langsung mematikan AC dan mobil langsung menyala saat di starter oleh Bapak saya. Mobil kami pun akhirnya dapat keluar dari rel kereta api dengan selamat, sementara saya dapat melihat dari kejauhan lampu kereta api semakin mendekat.

Alhamdulillah, saya dan keluarga saya masih dapat terhindar dari kecelakaan yang dapat berakibat fatal bagi kita, bahkan dengan konsekuensi terbesar : Kematian. Saya hingga sekarang masih ingat detail kejadian tersebut, dan emosi saya juga terkadang ikut terlibat bila mengetahui fakta bahwa para teman dan saudara saya sudah mendahului saya untuk menghadap kepada-Nya.

Satu pelajaran bahwa tidak perlu kita jauh berpikir bahwa ancaman kematian selalu berada pada kondisi yang penuh dengan kejahatan, peperangan, terorisme, serta berbagai kondisi berbahaya lainnya. Saat ini, dimana pun Anda berada, juga memiliki potensi yang berbahaya untuk diri Anda serta keselamatan jiwa Anda. Bahwa kita tidak dapat memprediksi apa yang akan benar-benar terjadi pada diri kita 1 tahun yang akan datang, 1 bulan yang akan datang, 1 hari yang akan datang, bahkan 1 detik yang akan datang. Semua sudah tertulis dalam ketentuan-ketentuan Allah SWT, mengenai detail-detail biografi kita. Saat ini kita hanya bisa berusaha, berdo’a dan tawakkal untuk meraih apa yang diita-citakan oleh sebagian besar muslim, yakni “Menjadi pemenang akhir”.
Baca selengkapnya »

Filosofi Keyboard

| Monday, December 7, 2009
Oleh : Priza (Biologi 2006)
QWERTY. Zaman serba digital kaya gini tentu semua orang sudah lazim ngengunain tipe kibor yang satu ini. Praktis alat ini setia menemani sang empunya buat ngerjain berbagai aktivitas, seperti ngetik laporan, chatting, ngeblog, ngisi BulBo buat yang doyan Friendster, nge-tag temen-temen di album foto buat yang seneng berFacebook ria, bahkan sampai sekedar main game untuk melepas jenuh dan penat, seperti game Street Fighter yang konon dapat membuat keyboard anda meloncat-loncat ke sana ke mari (lepas dari papan tutsnya =D ).

Buat urusan ketik-mengetik, Gak diraguin lagi alat ini sungguh bisa diandalkan. Cara masing-masing orang menjamahi si papan huruf ini pun berbeda-beda, tergantung seberapa lama anda telah bergaul dengannya. Ada yang pake komplit 10 jari ada juga yang menggunakan jurus pamungkas ala juru mesin tik—menggunakan jurus sebelas jari….



Terlepas dari semua itu, bila kita perhatiin ternyata ada beberapa hal unik yang dimiliki kibor. 


Pertama…
Kita bisa sebut papan ini sebagai ”keyboard” bila semua tutsnya ada, atau dengan kata lain semua huruf dan komponen lainnya hadir.

Kedua…
Saat menekan tuts, coba anda rasakan apa yang terjadi? Saat tuts ditekan, ternyata tuts itu muncul terangkat kembali. Buat temen-temen yang punya keyboard virtual mungkin bukan masalah. Tapi, bagaimana jadinya bila tuts tidak terangkat lagi?



Nah… dari kedua hal tersebut mungkin keyboard dapat kita personifikasikan sebagai manusia. 

Dari poin pertama, mungkin teman-teman pernah merasa gimana repotnya bila salah satu tuts tidak berjalan saat teman-teman tengah mengerjakan laporan. Sempat terpikir juga untuk membeli yang baru bukan? Hilang satu komponen, bisa jadi fungsi keseluruhan komponen hilang juga. 

Memang beberapa tuts ada yang berperan dominan, dan ada juga yang kurang berperan. Tapi hal itu bukan masalah yang besar, soalnya suatu tuts bisa berperan tergantung pada kondisi dan situasi yang tepat.

Ngetik artikel pake bahasa Jawa, kemungkinan besar kehadiran tuts ”O” hukumnya wajib mutlak, wajib tak bersyarat….

Klo ngetik pake basa Sunda, sangat mungkin tuts ’F’ dan ’V’ tidak tersentuh oleh jemari sang empu. 
Lain lagi kalo kita ngetik Jurnal Ilmiah pake bahasa Jerman atau Perancis, dua tuts diatas wuih…. jangan ditanya deh pentingnya (hmmm… rada sotoy juga sih sebenarnya xD).

Nah, ternyata semua komponen diciptakan untuk memiliki peranan masing-masing, sekecil apapun peranannya. Besar atau kecilnya peranan komponen tersebut tergantung pada situasi dan kondisi yang tepat. pelajaran lain yang penting adalah bahwa tiap komponen tuts yang hadir punya rasa percaya kepada saudara-saudara tutsnya yang lain bahwa mereka bisa menjalani perannya dengan baik untuk mencapi tujuan bersama.



Untuk poin ke-2, seperti layaknya sang keyboard, bila diberi tekanan tentu kita harus berani menghadapinya dan mampu untuk bangkit lagi. Layaknya pula sebuah pegas, bila dijatuhi beban maka ia akan memantulkan kembali benda tersebut sambil merenggangkan dirinya, makin berat beban yang diterima, makin tinggilah renggangan yang ia berikan. 

Nah begitulah teman-teman… kibor pun udah mengajarkan kita filosofi tentang kehidupan; bagaimana kita menjalani hidup dalam satu kesatuan yang saling bergantung, dan seperti yang bung kibor contohkan, jangan pernah merasa rendah diri, gak bisa, gak berdaya kalo ngadepin masalah, karena kita semua ada bersama teman-teman yang lain yang tentu siap membantu. So.. tetep sehat, tetep semangat supaya kita bisa ngeblog bareng lagih, poko’e ma’nyos…
Baca selengkapnya »

Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam dan IPTEK

| Sunday, December 6, 2009
Oleh : Ahliana Afifati (Biologi 2007)
Alhamdulillah nemu juga artikel keren..hehe. setelah dikompil2, diedit, dan ditambahkan pengetahuan yang afi tau,, jadilah notes ini. :)
semoga bermanfaat ya :)
Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
(spermazoa).
2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.
3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.
4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Penjelasan :

.Setetes Mani.
Sebelum proses fertilisasi (baca : pembuahan) terjadi, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu dan menuju sel telur yang jumlahnya hanya satu setiap siklusnya (hanya satu loh :p ). Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena saluran reproduksi wanita yang berbelok2, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita,dan juga gaya gravitasi yang berlawanan (lihat? susah tauu sperma ketemu sel telur. makanya orang yang aborsi itu PARAH banget dosanya dan ga bersyukurnya!)

Nah,Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, hanya akan membolehkan masuk SATU sperma saja (persaingan ketat, kawan :p). Setelah masuk dan terjadi fertilisasi pun,,belum tentu si zygot ini (bahasa biologinya : konseptus) menempel di tempat yang tepat di rahim. kemungkinan salahnya banyak loh. dan sekali salah, bisa berbahaya buat ibunya. Alhamdulillah kita masih normal dan mungkin mamah kita ga mengalami gangguan pada masalah itu, maka, bersyukurlah teman :) 
 
Dari uraian di atas,,terlihat bahwa bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. manusia juga terbuat dari sel telur ibunya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.


.Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim.
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita,terbentuk sebuah sel tunggal. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop. dan jangan dikira prosesnya simpel dan mudah. prosesnya kompleks dan kritis, teman! di setiap proses pembelahannya, kalo sampe ada kesalahan kecil sedikiiit aja pas tahap2 tertentu,, fetus bisa mengalami kecacatan..

lanjut lagi, ya.
Tapi, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Kenal istilah plasenta kan?? nah, tempat menempelnya embryo dengan rahim ibu itu disebut plasenta..

Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36). jadi ungkapan anak adalah darah dan daging bapak ibunya itu sangat benar sekali. karena bener2 nempel di daging ibu, dan dapet darah dari ibu..

Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, 

 Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq:1-3)

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.
.Pembungkusan Tulang oleh Otot.

Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.


Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

.Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim.
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar.

Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan (bahasa biologinya disebut lapisan lembaga ektoderm, mesoderm, endoderm :p)
- Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut. pada tahap ini juga terjadi pembentukan organ2 tubuh. dan pengaturan posisi, sumbu tubuh, dan pembentukan tubuh. pernah nyadar ga kalo kita, manusia itu, sebelum tahap ini adalah sebuah KEPING ! jadi ga keping lagi ya karena adanya tahap2 ini.. :)
- Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

.Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi.
“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS An Najm:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

.Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani.
Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:
“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.
Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Al-Hayaat | Design by Dzignine