Event

Event
Kegiatan mahasiswa yang akan, sedang, dan telah dilakukan.

Info dan Pengumuman

Info dan Pengumuman
Info tentang organisasi, anggota, majelis ilmu, dan berita eksternal lainnya.

Wahana Berpendapat

Wahana Berpendapat
Silahkan menyampaikan saran, kritik, dan pendapatnya.

cover photo

cover photo
Showing posts with label Curahan hati-hati. Show all posts
Showing posts with label Curahan hati-hati. Show all posts

Iqra!

| Tuesday, July 31, 2012


Tantangan Menjadi Scientist...
“Wah ini susah kalau dilanjutkan…”

Deg!

“Bagaimana caranya merekayasa kalau mekanisme biosintesisnya aja belum diketahui?”

Hening,  pertanyaan itu tak segera kujawab. Otak ini bingung, sama bingungnya ketika pertama kali disuruh mengeja 2,3-dihydro-3-hydroxy-tabersonine-N-methyltransferase.

“Jadi… gimana Nisa??”

Masih hening, sebagian hati meng iyakan, sebagian besar lainnya justru merasa tertantang.

“Tapi… ini feasible dilakukan kan Bu?” tanyaku ragu, aku masih keras kepala.


---

"Part of explanation is that the DNA, RNA and protein levels of the regulation mechanism are still unclear in TIAs pathway"

Pernyataan itu sudah cukup jelas sebenarnya. Cukup jelas untuk membuatku menyerah dan segera mencari topik baru.

Didukung dengan pernyataan serupa dari berbagai jurnal, skema-skema jalur biosintesis yang belum rampung, protein x (unknown protein) di beberapa jalur reaksi  penting (menyatakan bahwa protein (enzim) yang terlibat dalam biosintesis tersebut masih belum teridentifikasi)…

Hmm..

Setelah mencoba mempelajari beberapa jurnal untuk membuat proposal tugas akhir, aku justru semakin bingung. Semakin banyak yang di baca, semakin banyak informasi yang bertentangan satu sama lain. Potongan-potongan informasi itu bagaikan puzzle yang harus kususun, sayangnya puzzle itu belum lengkap. Banyak bagian yang belum diketahui, bahkan dengan peralatan canggih yang dimiliki oleh orang-orang di luar sana sekalipun.

Haruskah aku menyerah? Haruskah?


“Iqra’bismi rabbikalladzii khalaq”
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan”

Apabila suatu kata kerja yang membutuhkan objek tetapi tidak disebutkan objeknya, maka objek yang dimaksud bersifat umum. Iqra dalam ayat ini bukan hanya berarti membaca teks atau sebuah naskah. Iqra bermakna menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen dan berkontemplasi.  Objek yang dimaksud dapat berupa bacaan suci yang datangnya dari Allah swt. hadist shahih, maupun hasil karya manusia berupa handbook ilmu pengetahuan, juga berupa fenomena-fenomena alam maupun sosial.

“Iqra’bismi rabbikalladzii khalaq ; Khalaqal insaana min’alaq ”

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan ; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”

Kata iqra dalam ayat ini disertai dengan kalimat bismi rabbika lladzi khalaq yang bermakna “dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan”. Di sini Allah mengaitkan kata “membaca” dengan “nama Allah”, tujuannya agar pelakunya selalumelakukan kegiatan yang bersifat ilmiah dengan keikhlasan hanya mencari keridoan Allah swt., sehingga ilmu yang didapatkannya semakin membuat dirinya merasa takut pada-Nya.


Sementara khalaqal insaana min’alaq merupakan cara untuk menyadarkan manusia tentang hakikat jati dirinya. Agar kegiatan meriset tersebut tidak menyebabkan arogansi intelektual merasuk ke relung hatinya dan semakin menyadarkan bahwa dirinya kecil di hadapan Allah swt.

“Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah ; Yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” Qs Al Alaq ayat 3-5.

Sangat jelas, dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, Allah menyuruh manusia untuk mempelajari ilmu-Nya. Semata-mata mencari rido Allah swt. dengan membaca, menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen dan berkontemplasi berulang-ulang. Menarik bukan?


Jadi.... akankah aku menyerah?

Tentu tidak :) 
aku adalah calon ilmuwan, sudah tugasku melengkapi puzzle-puzzle itu.
meskipun dalam keterbatasan, hanya sebagian kecil, tak bergambar, sekedar bentuk atau bahkan bayangan..

Iqra! Itulah yang sedang dan akan terus kulakukan, insyaallah :)

Katakanlah (Muhammad) : “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” Qs Al Kahf ayat 109.
Baca selengkapnya »

Sajak Untukmu

| Sunday, December 20, 2009
Oleh: Okta Noviantina (Biologi 2007)


Langkah kaki ini dibawaNya ke tempat itu. Sebuah peringatan, sebuah penyadaran nikmat yang dilupakan, sebuah kontemplasi tentang kehidupan. Semilir angin membawa bau yang kian tercekat. Segerombol anak duduk di tepian gundukan sampah, sambil bersenda gurau,tak hiraukan bau yang keluar dari gundukan sampah di sisi mereka. Ya, karena disanalah mereka hidup.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Pasar Ciroyom, masih menyisakan tempat untuk ulasan senyuman mereka. Disana, walau tidak layak mereka huni, tetapi penuh naungan kasih sayang yang seyogyanya mereka terima, mereka butuhkan. Kehidupan yang mereka jalani, menjadi warna tersendiri. Hidup dari karya, hidup dari tenaga, hidup dari ketegaran, yang bahkan kita sendiri belum tentu sanggup memikulnya.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Terjebak dalam kaleng-kaleng lem yang mereka hisap. Sekedar pelarian diri dari penatnya kehidupan yang mereka jalani. Jauh dari sanak keluarga, jauh dari kehidupan yang serba nyaman, jauh dari hangatnya naungan. Persamaan nasib itu yang menjadikan mereka bersaudara. Senyuman tetap mereka bagikan, bahkan kepada orang yang enggan memberikan hal serupa kepadanya.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Kawanku, masih ada saudara kita di luar sana tidak mendapatkan hal serupa yang kita dapatkan. Saudaraku, masih ada sahabat kita di luar sana yang hidup dengan keadaan seadanya, tidur beratapkan langit, beralaskan bumi. Dingin malam yang menusuk tulang, menjadi selimut tidur malam mereka. Jeratan kehidupan malam mendekadansikan norma-norma kehidupannya. Mereka hidup tanpa batasan peraturan. Jangan kau bebankan kesalahan padanya, tapi salahkan kita yang enggan merasa bersama mereka, salahkan kita yang enggan berbagi dengan mereka. Maka, kutunjukkan ini bagimu saudaraku, sudikah dirimu berbagi dengan mereka? Untuk itu, kutunggu dirimu di pernaungan Bersahaja itu.

Masih tersisa dalam hati kita, rasa sayang pada sesama. Berikan mereka sebuah asa, pengharapan hidup yang sederhana. Bukti cinta Allah kepada kita, menebar di atas muka dunia. Namun kasih diantara kita, kurnia yang dilimpahkanNya
Baca selengkapnya »

Waktu

| Sunday, December 13, 2009
Oleh : Fawzi Rahmadiyan Z. (Biologi 2007)


Bulan mulai mendongak ketika Bapak menghampiriku.
Duduk di sisiku, ia bertanya,
“Kau tahu siapa musuh terbesar kita ?”.
Aku menggeleng.
“Ia adalah waktu.
Ia memakan semua impianmu jika kau tidak bergerak.
Ia menelan cita-citamu jika kau tidak bertindak.”
Aku tak mengerti.
Lalu Bapak tersenyum menatapku,
“Namun ia juga senantiasa ada jika kau butuh istirahat sejenak”.
-bapakseorangkuswotanti-
Baca selengkapnya »

Untuk Calon Istriku

| Tuesday, November 17, 2009
Oleh : Nur Isna (Biologi 2007)
Dapet postingan ini dari temen, bagus loh:)
Buat para ukhti, bersabarlah.. Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita^^
*****
Assalammu’alaikum Wr… Wb…
Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita
Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?
Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat
Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa
Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat. ^o^
Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak
Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri
Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu
Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa
Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.
Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya
Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…
Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…
Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu
Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup
Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga
Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup
Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…
Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Al-Hayaat | Design by Dzignine