Happy International Hijab Solidarity Day!
![]() | ||
| #pedulijilbab |
-4 September 2012-
There is no one in this earth more beautiful than a muslim woman who dresses to please Allah (Imam Siraaj Wahhaj )
mau tau lebih banyak tentang serba-serbi perempuan?
boleh klik www.annisaagamaisitb.tumblr.
Faedah Tauhid (Bagian 1)
Rohingya! Muslim itu satu dan bersaudara !
Ayo! Hidup itu peduli..
Assalamu'alaykum.w.w.
Salam Sejahtera...
Gamais ITB bersama FSLDK Baraya (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Se-Bandung Raya)mengadakan Bincang #Rohingya. Tujuan kegiatan ini adalah pencerdasan terkait konflik yang terjadi di Rohingya, pengumpulan donasi, pernyataan sikap, dan seruan untuk aksi. Mengingat konflik di #Rohingya merupakan konflik kemanusiaan yang bermula dari konflik vertikal (pemerintah terhadap minoritas) dan berkembang menjadi konflik horizontal. Sejauh mana kita selaku bangsa Indonesia memahami permasalaah internasional ini dan mencari solusi bersama. Apa yang bisa kita lakukan sebagai warga negara ASEAN untuk menanggulangi konflik ini, apalagi Ibukota ASEAN adalah Indonesia sehingga kita semestinya memiliki tanggung jawab lebih besar untuk lebih peka.
Tunjukkan bahwa kita tidak sepakat dengan genosida, tunjukkan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang cinta damai, dan berwawasan Internasional, serta Tunjukkan bahwa kita bisa menjadi bagian solusi bukan Masalah.
Maka hadirilah kegiatan ini. Insya Allah pembicara yang hadir :
1.Arya Sandy Yudha (Staff Ahli Komisi I DPR RI)
2.Nasrulloh Nasution (Direktur PAHAM PIARA)
3. Bhiksu Gunabhadra (Rahib Buddha, Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Budhis Indonesia)
Kegiatan ini insya Allah akan diadakan pada :
hari/tanggal : Kamis, 2 Agustus 2012
waktu : 12.30 - 15.30 WIB
tempat : Selasa Hijau Salman
Kegiatan ini dibuka untuk umum dan secara khusus mengundang tokoh agama(Islam, Budha, dan sebagainya), semua lembaga kemahasiswaan (BEM dan Unit Kemahasiswaan), lembaga swadaya masyarakat, dan aktivis kemanusiaan lainnya. Kedatangan Anda akan memasifkan isu dan fakta yang ada ke cakupan lebih luas. Insya Allah kegiatan ini akan dihadiri juga oleh beberapa media massa(yang sudah konfirmasi):
1. Republika
2. Okezone.com
3. Detik.com
4. inilahjabar.com
5. Al hikmah online
6. salmanitb.com
7. Radio Pengajian dot com
Panitia akan menyediakan press release. Konfirmasi Media yang akan hadir lagi / yang belum konfirmasi silahkan menghubungi Sdri. Nurul Aini 085795879114.
Informasi Kegiatan lebih detail bisa menghubungi : Fahmi Atriadi / 0857221227866 / fahmi.atriadi@gmail.com / 274E4DA5 / @hanafi347

"Karena Kita Keluarga, Karena Kita Bersaudara, Kita Peduli"
Iqra!
Tantangan Menjadi Scientist...
"Part of explanation is that the DNA, RNA and protein levels of the regulation mechanism are still unclear in TIAs pathway"
Apabila suatu kata kerja yang membutuhkan objek tetapi tidak disebutkan objeknya, maka objek yang dimaksud bersifat umum. Iqra dalam ayat ini bukan hanya berarti membaca teks atau sebuah naskah. Iqra bermakna menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen dan berkontemplasi. Objek yang dimaksud dapat berupa bacaan suci yang datangnya dari Allah swt. hadist shahih, maupun hasil karya manusia berupa handbook ilmu pengetahuan, juga berupa fenomena-fenomena alam maupun sosial.
“Iqra’bismi rabbikalladzii khalaq ; Khalaqal insaana min’alaq ”
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan ; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”
Kata iqra dalam ayat ini disertai dengan kalimat bismi rabbika lladzi khalaq yang bermakna “dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan”. Di sini Allah mengaitkan kata “membaca” dengan “nama Allah”, tujuannya agar pelakunya selalumelakukan kegiatan yang bersifat ilmiah dengan keikhlasan hanya mencari keridoan Allah swt., sehingga ilmu yang didapatkannya semakin membuat dirinya merasa takut pada-Nya.
Sementara khalaqal insaana min’alaq merupakan cara untuk menyadarkan manusia tentang hakikat jati dirinya. Agar kegiatan meriset tersebut tidak menyebabkan arogansi intelektual merasuk ke relung hatinya dan semakin menyadarkan bahwa dirinya kecil di hadapan Allah swt.
“Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah ; Yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” Qs Al Alaq ayat 3-5.
Katakanlah (Muhammad) : “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” Qs Al Kahf ayat 109.
Lingkungan yang Shaleh untuk Biji
بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
"Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketa, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan". (QS. Qaaf : 9 - 11)
Bagaimana kabar teman-teman semua? Sehat kan? Waah, sudah lama nih saya tidak menulis lagi di sini. Rasanya sangat kangen untuk bisa menulis dan membagi cerita yang harapannya dapat bermanfaat dan menginspirasi..
Kali ini saya akan mengupas mangga (eh bukan), maksudnya membahas tentang suatu benih. Kenapa soal benih/bibit? Karena ini berhubungan dengan kegiatan KP (Kerja Praktek) yang saya lakukan. Ada pepatah, siapa yang menebar benih maka dia akan menuai hasilnya. Ungkapan ini benar, tetapi ternyata ada hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu bukan hanya siapa yang menebar benih, tetapi di mana dia menebar benih. Ya begitulah kira-kira. Silahkan kencangkan sabuk pengaman dan dudukan sandaran kursi anda (eh), pastikan cahayanya cukup untuk membaca.
Teman-teman tentu sering lihat tanaman-tanaman di sekitar kita. Setiap tanaman memiliki sumber keragaman genetik yang disebut plasma nutfah (tenang, bukan kuliah kok..). Nah tentu tahu dong kalo tanaman itu dapat bereproduksi secara seksual dan menghasilkan biji. Nah dari biji inilah yang akan berkecambah dan dapat tumbuh menjadi individu baru, tetapi....
Tetapi apa? Kenapa? Ya, itu sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal (lingkungan). Proses ini disebut dengan perkecambahan/germinasi yang dimulai dari proses imbibisi (masuknya air). Proses tersebut akan memberikan sinyal sehingga terjadilah serangkaian proses di dalam tubuh (subhanallah ya, kompleks sekali). Hasil akhirnya adalah tanaman tersebut berkecambah dan akan tumbuh hingga dewasa. Itu idealnya.
Akan tetapi, ada hal yang membatasi proses ini. Apakah itu? Itu adalah faktor lingkungan (eksternal) yang terdiri dari berbagai hal antara lain cahaya matahari, suhu, kelembaban, substrat (tanah, dll), dan lainnya. Tanpa ada lingkungan yang sesuai, maka biji tersebut akan sangat sulit berkecambah. Bahkan tak jarang ada yang berdiam (dorman) hingga menemukan lingkungan yang tepat. Bisa dibayangkan kan nasib si biji kalau berada di lingkungan yang tidak pas? Dzat yang kecil itu ternyata sangat bergantung dengan lingkungan. Apabila benar-benar tidak mendapat lingkungan yang baik, bisa saja biji tersebut kehilangan kemampuannya untuk berkecambah dan mati.
Lalu apa yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut? Wah ternyata kondisi lingkungan itu berpengaruh ya terhadap baik-buruknya kehidupan tanaman. Ini juga mempengaruhi kita sebagai manusia loh ternyata. Tentu saja, karena ada dua aspek yang dapat membentuk perilaku makhluk hidup, yaitu genetik dan lingkungan. Mengenai pengaruh lingkungan, terdapat hadits Rasulullah :
"Seorang laki-laki di atas agama sahabat dekatnya, maka hendaknya seseorang di antara kalian melihat kepada siapa dia bersahabat" [1]
Apa maksud hadits di atas?
Yaitu bahwa kualitas agama seseorang, baik dan buruknya, baik dari sisi pemahaman dan pengamalan, tergantung keadaan sahabat dekatnya. Jika sahabatnya itu shalih, maka dia akan terkena imbas baiknya pada kehidupan dan kepribadiannya, begitu juga sebaliknya.
Nah, tentu ini sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan kan? Karena kita akan dapat menemukan orang-orang yang shaleh untuk menjadi teman di lingkungan yang baik dan mendukung tentunya. Lingkungan yang shaleh berisi orang-orang shaleh, sedangkan lingkungan yang penuh maksiat tentu diidominasi orang-orang yang bermaksiat.
Wah jadi kita harus pilih-pilih lingkungan dan teman bergaul dong? Jelas lah. Kalau ingin kecipratan bau minyak wangi ya kita bergaul dengan penjual minyak wangi, masa bergaul dengan tukang las. Kecuali kalau tukang lasnya juga menjual minyak wangi (eh). Kita tentu harus bersyukur, karena kita sebagai manusia memiliki pilihan, berbeda dengan si kecambah. Dia hanya pasrah terhadap lingkungan yang akan membawa dirinya. Kalau baik maka baiklah dia, kalau buruk maka sulitlah dia. Oleh karena itu, kita harus memilah dan memilih, tidak cuma sampah, tapi juga lingkungan pergaulan kita. Mau kan jadi orang shaleh? Mau lah. Yuk mari kita berusaha memilih lingkungan yang dapat membuat kita jadi lebih baik sehingga kita semakin dekat kepada Allah. Apabila belum dapat, mari kita tetap berusaha dan berharap Allah menguatkan kita.
Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.
Wallahu a'lam bishshawab
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS.Al Insyirah:5-6)
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
1. Hadits ini diriwayatkan oleh:
- Imam Abu Daud dalam Sunan-nya, Kitabul Adab Bab Man Yu’maru An Yujaalisa, No. 4833
- Imam At Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Az Zuhd ‘an Rasulillah Bab Maa Jaa’a fi Akhdzil Maal bihaqqihi, No. 2378
- Imam Ahmad dalam Musnad-nya No. 8417, dengan lafaz: “Al Mar-u (seseorang) ‘ala diini khalilih ...dst”
- Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak-nya No. 7320, dengan lafaz: “Al Mar’u ‘ala diini khalilih ...dst”
- Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 9436
- Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hinda dalam Kanzul ‘Ummal, No. 24777
- Imam ‘Abdu bin Humaid dalam Musnad-nya No. 1431
Hadits ini dihasankan oleh Imam At Tirmidzi. (Lihat Sunan At Tirmidzi No. 2378), dishahihkan oleh Imam An Nawawi. (Lihat Riyadhush Shalihin, Hal. 139), Imam Al Hakim dan Imam Adz Dzahabi mengatakan: “Shahih, Insya Allah.” (Al Mustadrak ‘alash Shahihain No. 7320), Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Isnadnya jayyid (baik).” (Ta’liq Musnad Ahmad No. 8471), Syaikh Al Albani mengatakan: “hasan.” (Lihat Shahihul Jami’ No. 3545, As Silsilah Ash Shahihah No. 927, )
Sumber :
Farid, 2012. "Seseorang Tergantung Agama Kawan"
http://www.islamedia.web.id/2012/03/seseorang-tergantung-agama-kawan.html. Diakses pada tanggal 10 Juni 2012.
Semangat Untuk Maju
TATA CARA PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN AL-HAYAAT
- Menghubungi CP yang ada (sms) dengan menyertakan Judul Buku yang ingin dipinjam.
- Anggota perpustakaan diwajibkan memelihara dan menjaga koleksi perpustakaan sebaik-baiknya dengan tidak membuat tulisan, coretan serta melipat halaman buku.
- Maksimal peminjaman 1 (satu) minggu, jika ingin meminjam lebih dari batas tersebut diharuskan memperpanjang peminjaman dengan menghubungi CP yang ada.
- Peminjam yang terlambat mengembalikan koleksi perpustakaan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per hari keterlambatan.
- Anggota perpustakaan yang menghilangkan koleksi perpustakaan yang dipinjam akan dikenakan sanksi yaitu mengganti koleksi perpustakaan yang sama dan diberlakukan denda sebagaimana item diatas sampai bahan pustaka pengganti di serahkan.
- Anggota perpustakaan yang merusakkan koleksi perpustakaan wajib mengganti buku yang di rusakkan.
- Anggota yang melakukan pelanggaran tata tertib atau ketentuan perpustakaan akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan yang berlaku.
Puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.
- mahzhah (langsung) Contoh ibadah mahzhah itu seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah- ibadah ini dalam pelaksanaannya tidak boleh dilakukan jika tidak ada dalil sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. mencontohkan atau menganjurkan untuk melaksanakannya baik dalam Al Qur'an ataupun dalam As Sunnah.
- ghair mahzhah (tidak langsung/muamalah). contohnya adalah infak, sedekah, dan bekerja dalam pengerjaannya boleh dilakukan selama tidak ada dalil sahih yang melarang untuk melakukannya
Abu Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah saw., "Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis, oleh karenanya aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang shaum." (H.R. Tirmidzi)
Diriwayatkan dari abu ayyub r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang shaum pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan shaum (sunah) enam hari pada bulan Syawal, ia seakan-akan shaum sepanjang tahun" (H.R. Muslim)
Abu Hurairah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah saw., "shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum pada bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardlu adalah shalat malam." (H.R. Muslim)
Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a. Bahwasanya Rasulullah saw. ditanya tentang shaum hari Asyura (tanggal 10 bulan Muharram), kemudian beliau menjawab "Shaum itu dapat menebus dosa setahun yang lalu." (H.R. Muslim)
Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah saw, bersabda "Seandainya saya masih hidup sampai tahun depan, niscaya saya akan shaum pada tanggal sembilan (bulan Muharram)" (H.R. Muslim)
Aisyah r.a menjelaskan, "Tidak terlihat oleh saya Rasulullah saw. melakukan shaum dalam waktu sebulan penuh kecualli pada bulan Ramadhan, dan tidak satu bulanpun yang sehari-harinya lebih banyak diisi dengan shaum oleh Nabi daripada bulan Sya'ban" (H.R Bukhari dan Muslim)
Abdullah bin Amr bin 'Ash r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Shaum tiga hari setiap bulan itu seperti shaum sepanjang tahun." (H.R. Bukhari Muslim)
Abu Dzar r.a. berkata, rasulullah saw bersabda "Apabila kamu shaum tiga hari dalam sebulan, shaumlah pada tanggal 13,14,15" (H.R. Tirmidzi)
Shaum Arafah adalah shaum yang dlaksanakan pada tanggal sembilan Dzulhijah. Disebut shaum Arafah karena orang-orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melaksanakan puncak ibadah haji, yaitu wuquf di Arafah.
Rasulullah saw. ditanya tentang shaum hari Arafah beliau menjawab, "dapat menghapus doa setahun yang lalu dan yang tersisa". (H.R. Muslim)
Itulah keterangan-keterangan yang menjelaskan jenis-jenis shaum sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Ternyata kalau kita cermati tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan pelaksanaan dan keutamaan shaum pada tanggal 1, 2, dan 3 Rajab.
Bertolak dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa puasa sunah Rajab tidak dicontohkan oleh rasulullah saw. Tentu saja tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang suka melakukannya. Namun, ibadah mahdah itu tetap harus mengikuti sunnah Rasulullah saw, karena beliau adalah teladan kita.
Pondok Qur'an Bandung: Menerima Pendaftaran
Ini ada program bagus sambil menyambut ramadhan. Silakan bisa coba ikut bagi yang berkesempatan. :)
Pondok Qur'an Bandung membuka pendaftaran santri tahfizh baru.
Rentang waktu pendaftaran: 9 Mei - 11 Juni 2012
Fasilitas : asrama, makan, tempat tidur, pendidikan dll 100 % FREE --> peserta TERBATAS
Segera daftar via sms ke 085221354962
format: #NAMA#ALAMAT#USIA#NO HP
CP: ust.Solahudin (081214481501) ustdzh Resti (085223046692)
Tes Gelombang 1: 20 Mei 2012, @Jl. Terusan Kircon, Komp. Kiara Sari Asri No. 20
Belajar dimulai: 1 Juli 2012
Ayo cepet daftar.
Nonton Bareng: Syria???
Talkshow Kontemporer: Irshad Manji?
Massa kampus yang senantiasa haus informasi dan ilmu - ilmu yang sedang hangat saat ini. Sempat panas beberapa hari lalu akan kedatangan Irshad Manji. Siapakah dia? Bagaimana isi bukunya? Bagaimana seharusnya kita menanggapi? Apa untungnya kita mengetahui informasi terkaitnya? baikkah apa yang Dia sampaikan?? Mari melihat segalanya dari sudut panjang yang objektif. Insya Allah, Gamais memfasilitasi Talkshow seputar hal ini pada :
Hari/Tanggal : Senin, 21 Mei 2012
Pukul : 16.00 - 18.00 WIBTempat : Selasar Hijau Masjid Salman ITB
Akan juga pembedahan buku Allah, Liberty, dan Love langsung dari aktivis PIMPIN (Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Islam).
Ibarat Pohon yang Tak Berbuah
Syaikh Abdurrahman bin Qasim An Najdi rahimahullah mengatakan,
“Amal adalah buah dari ilmu. Ilmu itu dicari demi mencapai sesuatu yang lain.
Fungsi ilmu ibarat sebatang pohon, sedangkan amalan seperti buahnya.
Maka setelah mengetahui ajaran agama Islam seseorang harus menyertainya dengan amalan. Sebab orang yang berilmu akan tetapi tidak beramal dengannya lebih jelek keadaannya daripada orang bodoh.
Di dalam hadits disebutkan,
“Orang yang paling keras siksanya adalah seorang berilmu dan
tidak diberi manfaat oleh Allah dengan sebab ilmunya.”
Orang semacam inilah yang termasuk satu di antara tiga orang
yang dijadikan sebagai bahan bakar pertama-tama untuk menyalakan api neraka.
Di dalam sebuah sya’ir dikatakan,
Orang alim yang tidak mau mengamalkan ilmunya
Mereka akan disiksa sebelum disiksanya para penyembah berhala.
(lihat Hasyiyah Tsalatsatul Ushul, hal. 12)
Ancaman Bagi Orang yang Berilmu Tapi Tidak Beramal
---------------------------------------------------------------
Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al Watr mengatakan,
“Di dalam al-Qur’an Allah ta’ala sering sekali menyebutkan amal shalih beriringan dengan iman. Allah juga mencela orang-orang yang mengatakan apa-apa yang mereka tidak kerjakan. Dan Allah mengabarkan bahwa perbuatan seperti itu sangat dimurkai-Nya.
Allah berfirman (yang artinya),
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah karena kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash Shaff [61]: 2-3)
***
Di dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pada hari kiamat nanti akan ada seseorang yang didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Isi perutnya terburai, sehingga ia berputar-putar sebagaimana berputarnya keledai yang menggerakkan penggilingan.
Penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka bertanya,
‘Wahai fulan, apakah yang terjadi pada dirimu? Bukankah dahulu engkau memerintahkan kami untuk berbuat kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?’.
Dia menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian berbuat baik akan tetapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang kemungkaran sedangkan aku sendiri justru melakukannya’.”
(Ayumi, 2012a)








